Berita Kriminal

Pelaku Ngaku Jadi Advokat, Bantu Urus Izin Usaha Peternakan Babi di Karanganyar, Begini Akhirnya

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, semula korban menceritakan keluhannya terkait izin peternakan babi.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Gelar kasus penipuan di Mapolres Karanganyar, Jumat (22/1/2021). Dalam kasus penipuan itu, tersangka menyaru sebagai advokat untuk tipu para korbannya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - DAW (51) atau BBH mengaku sebagai advokat dan pejabat untuk menipu korban, HL (56).

HL kala itu sedang mengalami kendala dalam pengurusan izin peternakan babi di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan, semula korban menceritakan keluhannya terkait izin peternakan babi kepada pelaku.

Baca juga: Berjaga dalam Kondisi Hamil 7 Bulan, Pegawai Minimarket di Colomadu Karanganyar Tiba-tiba Diserang

Baca juga: Ada Wacana PPKM Diperpanjang, Bupati Karanganyar: Kami Pilih Tidak, Kasihan Masyarakat

Baca juga: PKL di Karanganyar Dapat Kompensasi Rp 300 Ribu, Patuh Ikuti Aturan Tidak Berjualan Selama PPKM

Baca juga: Mengalami Luka Pendarahan, Emi Ditemukan Terbaring di Gudang Minimarket di Colomadu Karanganyar

Seperti adanya penutupan akses jalan ke usaha peternakan dan itu telah dilaporkan ke Polres Karanganyar pada awal November 2019. 

Bermula dari itu, pelaku lantas menawarkan diri dapat mengurus perizinan dan memberikan syarat kepada korban harus membayar uang Rp 26 juta.

Untuk dapat menyakinkan korban, pelaku mengaku sebagai advokat. 

"Kami telah menangkap seseorang yang diduga melakukan penipuan terhadap kliennya, berupa pengurusan izin kandang babi."

"Klien tersebut telah menyerahkan uang Rp 26 juta, tapi tidak digunakan sebagaimana mestinya."

"Pelaku mengaku sebagai pengacara," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (22/1/2021).

Namun setelah uang diberikan oleh korban kepada pelaku secara bertahap dengan nominal berbeda, pengurusan izin peternakan babi tidak kunjung terealisasi.

Berdasarkan keterangan dari DPMPTSP Kabupaten Karanganyar, tidak ada pengajuan perizinan atas nama korban.

Di sisi lain, saat dilakukan pengecekan oleh kepolisian, pelaku tidak terdaftar sebagai advokat.

Itu dibuktikan melalui surat keputusan Dewan Kehormatan Daerah, Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia (KAI). 

Selain itu, polisi juga mencurigai pelaku memiliki dua identitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved