Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Dinrumkimhub Blora: 60 Persen Rumah Wilayah Pedesaan Masih Berkategori Tidak Layak Huni

Kabid Perumahan dan Permukiman Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Haryono mengatakan, berdasarkan RPJMD 2016-2021, total ada 234.093 rumah di Blora.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Kantor Dinrumkimhub Kabupaten Blora. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Terhitung ada 40 hingga 60 persen rumah warga pedesaan di Kabupaten Blora yang masuk dalam kategori tidak layak huni.

Dengan bermacam cara, Pemkab Blora kini tengah berusaha mengurangi jumlah angka rumah yang tidak layak huni itu.

Kabid Perumahan dan Permukiman Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Haryono mengatakan, berdasarkan RPJMD 2016-2021, total ada 234.093 rumah di Blora.

Baca juga: Bukit Serut, Lahan Persil Milik Perhutani yang Disulap Jadi Destinasi Wisata di Blora

Baca juga: Tak Ada Sengketa, Berikut Jadwal Resmi Penetapan Paslon Terpilih di Kabupaten Blora

Baca juga: Kekurangan Pegawai Hingga 4.500 Orang, Begini Alternatif Sementara Pemkab Blora

Baca juga: Sukamto Belum Sempat Transaksi Sabu, Terlebih Dahulu Ditangkap Polisi di Terminal Ngawen Blora

Haryono melanjutkan, untuk rumah yang tidak layak huni di kawasan perkotaan hanya tinggal 20 persen.

"Sepanjang 2020 ada berbagai macam jenis program untuk RTLH."

"Dari CSR perusahaan, bantuan keuangan (bankeu) provinsi, serta DAK (dana alokasi khusus) Pemerintah Pusat."

"Kebanyakan nilainya masing-masing Rp 10 juta."

"Ada juga yang nilainya cukup besar, sampai Rp 36 juta, tapi hanya lima rumah," kata Haryono kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (20/1/2021).

Haryono melanjutkan, bermacam cara dilakukan untuk mengurangi angka rumah tidak layak huni.

Seperti melalui bantuan stimulan perumahan swadaya (BSBS) untuk 660 unit, CSR Bank Pembangunan Daerah (BPD) ada 170 rumah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved