Breaking News:

Berita Banyumas

Tak Mau Lagi di Jalanan, 5 Warga Balai Satria Baturraden Ini Ingin Jadi Barista dan Pengusaha Sepatu

Kerasnya hidup di jalanan dialami lima pemuda asal Mojokerto. Namun setelah menghuni Balai Satria Baturraden, Banyumas, harapan akan masa depan lahir.

TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Pitik (22), eks anak jalanan asal Mojokerto, belajar menjadi barista di Balai Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Kamis (14/1/2021). Pitik dan empat pemuda lain menjalani proses belajar di balai tersebut setelah bertemu Mensos Risma. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Lamunan akan hidup lebih baik di masa depan seolah hanya mimpi yang mustahil diwujudkan, Jreng (bukan nama sebenarnya).

Pertanyaan 'haruskah ukulele terus aku mainkan di perempatan lampu merah Kota Mojokerto sembari menadahkan tangan?' terus menggelayuti pemuda 25 tahun itu.

Dia sadar, saat itu, mengamen menjadi satu-satunya sarana mendapatkan uang untuk bertahan hidup.

Sesekali, momen meratapi nasib ini menghinggapi kala Jreng merasa kesepian.

"Ya Allah, mosok uripku kayo ngene terus, dadi pengamen (Ya Allah, masak hidupku begini terus, menjadi pengamen)," ucapnya saat bertemu Tribunbanyumas.com di Balai Satria Baturraden, pekan lalu.

Baca juga: 5 Berita Populer Sepekan: Ayah di Kudus Cabuli Anak Kandung-Kisah Pilu PKL di Tengah PPKM Banyumas

Baca juga: Miliki Tembakau Gorilla, Tiga Remaja di Banyumas Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Baca juga: Dua Pabrik Tuak di Ajibarang Banyumas Digerebek, Polisi Temukan 345 Liter Tuak Siap Edar

Baca juga: Dua Karyawan Terkena Serpihan Kaca, Begini Kronologi Ledakan Mesin Boiler Garmen di Banyumas

Teman-temannya di jalanan memanggilnya Jreng. Mungkin karena pekerjaannya sebagai pengamen hanya berbekal genjrengan alat petik, ukulele.

Melihat kenyataan ini, Jreng ragu memiliki masa depan.

Sebenarnya, jalan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan bisa membanggakan orangtua sempat terbuka.

Dia diterima sebagai karyawan usaha sablon. Namun, statusnya sebagai pekerja yang mendapat bayaran rutin setiap bulan tak bertahan lama.

Badai wabah Covid-19 menghantam usaha sablon tempat dia bekerja. Jreng pun harus menerima kenyataan dirumahkan.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved