Breaking News:

Berita Nasional

Lagi, 5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Satu di Antaranya Bayi 11 Bulan

Lagi, lima korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi, Minggu (17/1/2021).

Editor: rika irawati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Lagi, lima korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 teridentifikasi, Minggu (17/1/2021).

"Sampai saat ini, dari 62 korban, berhasil diidentifikasi 29," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono di RS Polri, Minggu.

Identitas para korban yang baru diidentifikasi yakni, Fao Nuntius Zai (11 bulan), Yunni Dwi Saputri (34 tahun), Iuskandar (52 tahun), dan Oke Dhurrotul (24 tahun).

Baca juga: Sudah Terbit Surat Kematian, Berikut 12 Nama Korban Teridentifikasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Baca juga: Tim Evakuasi Temukan FDR Bagian Black Box Sriwijaya Air 182: Tertimbun Lumpur di Kedalaman 18 Meter

Baca juga: Masih Berharap Keajaiban dari Kecelakaan Sriwijaya Air, Keluarga Captain Didik Tolak Karangan Bunga

Baca juga: Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi Penumpang Sriwijaya Air SJ 182, Korban Pertama Okky Bisma

Satu korban lain, pihak keluarga meminta agar identitas korban tidak dipublikasikan.

Menurut Rusdi, kelima korban berhasil teridentifikasi berkat pencocokan DNA.

Korban atas nama Fao Nuntius Zai, Iuskandar, dan Oke Dhurrotul, teridentifikasi dengan data pembanding dari sampel DNA keluarga kandung.

Sementara, Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes dr Ratna mengungkapkan, korban atas nama Yunni Dwi Saputri, teridentifikasi dari pencocokan dengan profil DNA yang diambil dari sikat gigi milik Yunni.

"Kalau dengan orangtua, seperti ini dengan ayah kandung, maka profil DNA-nya dari anak harus separuh dari orangtuanya," ungkap Ratna dalam konferensi pers yang sama.

"Tetapi, kalau menggunakan properti sebagai kepemilikan pribadi. Jadi ini properti milik Yunni Dwi Saputri yang diberikan keluarganya, maka ini harus match semuanya," sambung dia.

Diberitakan, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021), dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Baca juga: Viral, Video Mini Bus Terguling di Jalan Raya Kedu Temanggung Diduga Hindari Motor Menyeberang

Baca juga: Tak Mau Lagi di Jalanan, 5 Warga Balai Satria Baturraden Ini Ingin Jadi Barista dan Pengusaha Sepatu

Baca juga: Terjangkit Virus Corona Lagi, 50 Penyintas Covid Kini Dirawat di Rumah Dinas Wali Kota Semarang

Baca juga: Pria Ini Menghilang setelah Terima Uang Rp 862 Juta dari Calon Jemaah Haji di Banjarmasin

Berdasarkan data manifes penerbangan, pesawat itu membawa 62 orang terdiri atas 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, enam kru aktif, dan enam kru ekstra.

Selain bagian tubuh para korban, tim gabungan telah menemukan satu bagian kotak hitam yang disebut sebagai FDR (Flight Data Recorder) dan badan pesawat.

Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus dilakukan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lima Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Kembali Teridentifikasi, Total 29 Orang".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved