Breaking News:

Berita Nasional

Syekh Ali Jaber Akan Dimakamkan di Pesantren Darul Qur'an Tangerang Milik Ustaz Yusuf Mansur

Pihak keluarga memastikan, pendakwah Syekh Ali Jaber akan dimakamkan di Daarul Quran, Tangerang, Banten.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Syekh Ali Jaber memberikan keterangan pers di Kafe Baba Rayan, Jl Pangeran M Noer, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pihak keluarga memastikan, pendakwah Syekh Ali Jaber akan dimakamkan di Daarul Quran, Tangerang, Banten.

Hal itu diungkapkan adik kandung Ali Jabeer, Syekh Muhammad Jabeer.

"Beliau akan dimakamkan di Pesantren Darul Qur'an Tangerang, pesantren (milik) Ustaz Yusuf Mansur," kata Muhammad Jabeer di RS Yasri, Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: KABAR DUKA, Syekh Ali Jaber Wafat

Baca juga: Syekh Ali Jaber Berwasiat Ingin Dimakamkan di Lombok NTB karena Alasan Ini

Baca juga: PROFIL Syekh Ali Jaber: Hafal 30 Juz Alquran di Umur 10 Tahun, Sering Keliling Jadi Khatib Jumat

Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak datang ke pemakaman itu.

Hal tersebut demi menghindari kerumunan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Tak perlu kerumunan ke sana, cukup shalat gaib di rumah masing-masing," kata dia.

Ia membantah isu yang beredar bahwa Syekh Ali Jaber memberi wasiat agar dimakamkan di Lombok, NTB.

Muhammad Jabeer menyebutkan, keinginan untuk dimakamkan di Lombok itu bukan wasiat yang diberikan kepada keluarga melainkan hanya cita-cita yang disampaikan Syekh Ali saat berdakwah di Lombok.

Syekh Ali Jaber tutup usia pukul 08.38 WIB tadi pagi di usia 44 tahun di RS Yasri.

Ia sempat dinyatakan positif Covid-19.

Namun, Ustad Yusuf Mansur menyatakan bahwa Syekh Ali Jaber sudah dinyatakan negatif Covid-19 sebelum meninggal dunia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Syekh Ali Jaber Akan Dimakamkan di Pesantren Milik Ustaz Yusuf Mansur di Tangerang".

Baca juga: Mulai Januari, Ibu Hamil dan Anak Usia Dini Dapat Bantuan Rp 750 Ribu Per Orang. Ini Kriterianya

Baca juga: Pekan Depan, 4000 Warga Komorbid di Banyumas Bakal Diswab Antigen. Ini Tujuannya

Baca juga: Patroli PPKM di Purbalingga Terus Digiatkan, Pertokoan Diklaim Sudah Tutup Pukul 19.00 WIB

Baca juga: Kepala Kemenag Purbalingga Minta Penghulu Tolak Nikahkan Pengantin yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved