Berita Kriminal

Saya Berpura-pura Beli Baju, Ancam Korban Gunakan Pisau, Seusai COD di Jembatan Tuntang Semarang

Kapolres Semarang menyatakan, berdasarkan pengakuan tersangka telah melakukan pencabulan dengan modus COD sebanyak dua kali.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Gelar kasus pencabulan melalui modus COD di wilayah hukum Polres Semarang, Kamis (14/1/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Satreskrim Polres Semarang meringkus Muhammad Rizky Nugroho (21) alias Kinjeng.

Dia adalah warga RT 08 RW 02, Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Dia ditangkap atas tuduhan kasus pencabulan terhadap RES (17) warga Kabupaten Demak.

Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Sudah Dilirik Klub Tiga Negara, Begini Jawaban Dragan Djukanovic

Baca juga: Harno Cabuli Anak Kandung di Kabupaten Semarang, Alasan Pelaku Karena Istri Ogah Berhubungan Intim

Baca juga: Ngesti Serasa Digigit Semut, Wakil Bupati Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin di Kabupaten Semarang

Baca juga: Pernah Terpapar Corona, Wali Kota Semarang Hendi Absen dari Daftar Penerima Vaksin Covid

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan, pelaku dalam modus operandinya berpura-pura melakukan transaksi cash on delivery (COD) dengan korban.

COD itu dilakukan di sebuah jembatan wilayah Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

"Seusai COD, pelaku mengajak korban jalan-jalan cari makan dan ke hotel di Kecamatan Bandungan tetapi ditolak."

"Kemudian pelaku menuju ke sebuah ladang dan mengancam korban menggunakan senjata tajam jika menolak dicabuli," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (14/1/2021).

AKBP Wibowo menyatakan, berdasarkan pengakuan tersangka telah melakukan perbuatan serupa sebanyak dua kali.

Adapun korban berhasil menyelamatkan diri dengan cara menendang pelaku dan meminta tolong warga terdekat.

Dia menambahkan, peristiwa pencabulan dengan modus COD itu terjadi pada 3 Januari 2021 sekira pukul 18.15.

Korban diketahui berjualan pakaian secara daring (online).

"Pelaku dijerat Pasal 76 D junto Pasal 81 ayat 1 sampai 3 atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," katanya.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut petugas menyita sejumlah barang bukti.

Seperti 1 buah baju lengan panjang motif bunga, rok panjang, celana dalam, satu pisau dapur, dan uang tunai Rp 75 ribu.

Tersangka Kinjeng (21) mengaku telah melakukan tindak kejahatan serupa dengan modus yang sama sebanyak dua kali atau terdapat dua korban.

"Untuk pisau dapur saya sengaja membawa dari rumah."

"Saya berpura-pura membeli baju dan sudah dua kali melakukan tindak pencabulan," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Tribun Jateng Luncurkan Tribunpantura.com, Portal Berita yang Mencakup Pantura Barat di Jateng

Baca juga: Vaksinasi Covid di Jateng Resmi Dimulai, Gubernur Ganjar Mengaku Lapar seusai Disuntik Vaksin

Baca juga: Sukamto Belum Sempat Transaksi Sabu, Terlebih Dahulu Ditangkap Polisi di Terminal Ngawen Blora

Baca juga: Vaksinasi Warga Blora Mulai Awal Februari 2021, Bupati: Silakan Gunakan Pendopo Kecamatan

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved