Berita Banjarnegara

Baru Diperbaiki, Jalan Alternatif Kebumen-Banjarnegara di Desa Kebutuhduwur Kembali Ambles

Longsor kembali terjadi di jalan raya kabupaten yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pagedongan dengan Kota Banjarnegara. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Kondisi jalan kabupaten di Desa Kebutuhduwur, Kecamatan Pagendongan, Kabupaten Banjarnegara yang kembali ambles, Kamis (14/1/2021). Padahal jalan tersebut sedang dalam perbaikan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pergerakan tanah terjadi di Desa Kebutuhduwur, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara.

Longsor terjadi di jalan raya kabupaten yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pagedongan dengan Kota Banjarnegara

Jalan itu sekaligus menjadi jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Banjarnegara dengan Kebumen. 

Baca juga: Warga Wonosobo Ini Kepergok Jual Kubis Hasil Curian, Beraksi di Kebun Desa Gembol Banjarnegara

Baca juga: 5 Berita Populer: Kisah Pedagang Nasgor di Banjarnegara Terdampak PPKM-Hartopo Tak Pusingkan Wakil

Baca juga: Cerita Sedih Pedagang Nasi Goreng di Banjarnegara, Hari Pertama PPKM Banyak yang Terbuang Sia-sia

Baca juga: Begini Cara Pemkab Banjarnegara Tangani Longsor di Glempang Mandiraja

Jalan aspal sepanjang 50 meter di depan SD Negeri 3 Kebutuhduwur, ambles sedalam sekira 25 sentimeter. 

Sebagian permukaan jalan itu tampak turun dan retak. 

Jalan pun menjadi terlihat tidak rata karena tanah bergeser. 

"Itu baru diperbaiki, tetapi ambles lagi, " kata Kepala Desa Kebutuhduwur, Yulianto Albera kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (14/1/2021). 

Padahal, jalan kabupaten itu sedang direnovasi oleh DPU Kabupaten Banjarnegara.

Material pasir dan koral untuk perbaikan bahkan masih menumpuk di tepi jalan. 

Yulianto mengatakan, perbaikan sampai saat ini masih berjalan, khususnya di depan SD Negeri 3 yang mengalami kerusakan cukup parak karena pergerakan. 

Tetapi, baru diperbaiki, jalan itu kembali rusak karena tanah kembali bergerak. 

Yulianto mengatakan, jalan kabupaten yang ambles di desanya sebenarnya cukup panjang, sekira 700 meter.

Retakan membentang dari depan SD Negeri 3 sampai selatan Balai Desa Kebutuhduwur dengan kedalaman amblesan bervariasi. 

"Pergerakan tanah di jalan sudah berlangsung sejak lama," katanya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi itu tak begitu memengaruhi aktivitas warga.

Lalu lintas melalui jalan itu tetap lancar.

Meskipun, pengendara harus ekstra hati-hati atau berjalan pelan setiap melintasi titik jalan yang ambles. 

Dia mengatakan, pemukiman warga yang berada di bawah jalan raya pun sejauh ini masih aman dari ancaman pergerakan. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Mantan Anggota DPRD Banyumas Ditahan, Agus Pernah Janjikan 32 Proyek APBD 2017 Kepada Korban

Baca juga: Data Satpol PP Karanganyar: Ada 98 Hajatan Digelar Selama Masa PPKM, Terbanyak di Gondangrejo

Baca juga: Saya Berpura-pura Beli Baju, Ancam Korban Gunakan Pisau, Seusai COD di Jembatan Tuntang Semarang

Baca juga: Vaksinasi Kota Tegal Dimulai 14 Februari 2021, Tahap Pertama Sasar 1.420 Penerima

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved