Breaking News:

Berita Semarang

2.381 Istri di Kota Semarang Siap Menjanda, Mayoritas Tak Tahan Terus Bertengkar dengan Suami

Kasus perceraian di Kota Semarang pada 2020 tercatat tinggi. Dari data Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Semarang angka perceraian mencapai 2.556 kasus.

SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI perceraian. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus perceraian di Kota Semarang pada 2020 tercatat tinggi. Dari data Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Semarang, angka perceraian mencapai 2.556 kasus.

Dari jumlah itu, perceraian di Kota Semarang itu didominasi gugat cerai dari pihak istri dengan total 2.381 kasus.

Sisanya, 715 kasus, merupakan cerai talak atau diajukan pihak suami.

"Dalam tahun 2020 lalu, ada 2.556 kasus perceraian. Dari jumlah itu, didominasi gugat cerai dari pihak istri," kata Panitera Muda Hukum PA Semarang, Saefudin, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Kamis Pagi, Para Talenta Muda PSIS Berkesempatan Menjajal Stadion Jatidiri Semarang

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Berlaku di Semarang: Mal Tutup Pukul 19.00 WIB, 9 Ruas Jalan Ditutup

Baca juga: Okupansi Tempat Pasien Covid di Semarang dan Solo Lebih dari 60%, Ini yang Dilakukan Pemprov Jateng

Baca juga: Data Milik 125 Ribu Mahasiswanya Dikabarkan Bocor, Ini Jawaban Undip Semarang

Menurut Saefudin, kasus perceraian di Kota Semarang rata-rata disebabkan faktor perselisihan dan pertengkaran terus-menerus.

Faktor tersebut tercatat menjadi penyebab 2.238 kasus perceraian pada 2020.

"Faktor lain karena meninggalkan salah satu pihak sebanyak 404, faktor ekonomi sebanyak 129 kasus, sisanya karena faktor murtad, KDRT, madat, judi, dan lain-lain," jelasnya.

Jika dibandingkan 2019, jumlah kasus perceraian yang terjadi di 2020 mengalami peningkatan.

Pada 2019, terdapat 2.337 kasus atau meningkat 219 kasus pada 2020.

"Pada 2019, perceraian juga didominasi gugat cerai dari pihak istri. Untuk cerai talak dari pihak suami jumlahnya 724 kasus," ujarnya. (*)

Baca juga: Perempuan Tewas di Bakar Mantan Pacar, Keluarga Masih Tanggung Utang 42,2 Juta ke Rumah Sakit

Baca juga: Menilik Makam Pocut Meurah Intan, Tokoh Pejuang Perempuan Asal Aceh di Blora

Baca juga: Muncul Pemberlakuan PSBB Jawa Bali, Yoyok Sukawi Pesimis Lanjutan Liga 1 Bisa Digelar Februari 2021

Baca juga: Awal Februari 2021 di Kendal, Sekolah Berpeluang Mulai Gelar KBM Tatap Muka, Berikut Syaratnya

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved