Breaking News:

Penanganan Corona

Santri Rentan Terpapar Covid-19, Dewan Minta Ponpes Jadi Prioritas Vaksinasi di Jateng

Fraksi PKB DPRD Jateng meminta pemerintah untuk mengutamakan para santri dan kiai di ponpes untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng, Sarif Abdillah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sejumlah kasus positif Covid-19 dialami santri dan kiai di pondok pesantren (ponpes).

Bahkan, di Jawa Tengah terdapat klaster penularan virus tersebut di ponpes.

Melihat rentannya penghuni ponpes terpapar virus, Fraksi PKB DPRD Jateng meminta pemerintah untuk mengutamakan para santri dan kiai di ponpes untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: Bandungan Semarang Jadi Lokasi Latihan dan Pengkaderan, FKPT Jateng: Bentuk Baru Gerakan Terorisme

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Minati GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Berbasis Embusan Napas dari UGM

Baca juga: Mau Lapor Jalan Rusak? Pemprov Jateng Tunjukkan Cara Mudahnya, Warga Cukup Unduh Aplikasi Ini

Baca juga: Selamat, Wakil Wali Kota Salatiga M Haris Terpilih sebagai Ketua DPW PKS Jateng Periode 2020-2025

"Mereka menjadi kelompok masyarakat yang rentan terpapar Covid-19."

"Itu harus diprioritaskan."

"Bahkan, saat ini pembelajaran masih tetap berlangsung di ribuan ponpes di Jawa Tengah," kata Ketua Fraksi PKB DPRD Jateng, Sarif Abdillah kepada Tribunbanyumas.com, Senin (28/12/2020).

Legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini menilai warga ponpes juga masuk ke dalam skala prioritas sasaran vaksinasi.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan ada beberapa kelompok masyarakat yang menjadi prioritas menerima vaksin virus.

Seperti tenaga kesehatan (nakes), TNI, Polri, tokoh agama dan masyarakat, guru, hingga ASN.

Menurutnya, vaksinasi corona untuk pondok pesantren ini sangat mendesak dilakukan.

Para santri masih beraktivitas seperti biasa, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

Anggota Komisi B DPRD Jateng asal Patikraja Kabupaten Banyumas ini menambahkan, kontribusi pesantren untuk negara ini sangat banyak.

Karena itu, keselamatan dan keamanan warganya pun harus diutamakan.

"Pesantren telah terbukti nyata sebagai satu aset bangsa yang mempunyai peran sangat vital dalam upaya pembangunan mental spiritual generasi bangsa," ujarnya.

Dia menambahkan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Sesuai Pasal 3 Permenkes 84 Tahun 2020, pelaksanaan vaksinasi vaksin virus corona akan dilakukan Pemerintah Pusat.

Yakni dengan melibatkan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota secara gratis serta tidak dipungut biaya.

"Di lingkungan pondok pesantren, di dalamnya ada pengasuh, masyaikh, asatidz, asatidzah, santriwan dan santriwati."

"Ini harus jadi prioritas untuk mendapatkan vaksin tersebut," tandasnya. (Mamduh Adi)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Pedagang Persoalkan Los Pasar Pagi Kaliwungu Kendal: Ukurannya Kok Lebih Kecil Dibanding Sebelumnya

Baca juga: Disporapar Kendal Larang Pengelola Wisata Mengadakan Pesta Kembang Api

Baca juga: Peduli Kesehatan Warga, GP Ansor Kota Semarang Sumbang Vitamin dan Masker Lewat Pemkot

Baca juga: RSUD Wongsonegoro Semarang Belum Buka Layanan Rapid Test Antigen, Ini Alasannya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved