Berita Jawa Tengah

Ceritakan Suka Duka Santri Melalui Video, Balqis Sabet Juara Favorit Lomba Narasi Temanggungan

Pemkab Temanggung gelar lomba menulis narasi sejarah desa serta membuat video narasi bahasa Temanggungan. Diikuti 234 orang penulis naskah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Balqis Falasifah (22) santri Ponpes Zaidatul Maarif Kauman Parakan (kanan) bersama rekannya menunjukkan piagam kejuaraan Lomba Video Narasi Bahasa Daerah Temanggungan, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - Guna menciptakan minat menulis dan kreativitas pelajar, serta nguri-uri budaya dan sejarah daerah, Pemkab Temanggung menggelar lomba menulis narasi sejarah desa serta membuat video narasi bahasa Temanggungan.

Lomba tersebut diikuti 234 orang penulis naskah sejarah desa, dan 355 pembuat video yang terbagi dalam kategori pelajar, santri, serta umum.

Khusus lomba video narasi diikuti juga 162 pelajar dan santri untuk menjajal kemampuannya menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten.

Baca juga: Kapolres Temanggung: Tak Cuma Dibubarkan, Warga Terlibat Kerumunan Massa Wajib Jalani Rapid Test

Baca juga: Ribuan Botol Sitaan Polisi Dimusnahkan, Hasil Operasi Pekat Selama Setahun di Temanggung

Baca juga: Sepakat dengan Gubernur Jateng, Bupati Temanggung Tak Akan Paksakan KBM Tatap Muka Digelar Januari

Baca juga: Tanpa Terkecuali di Temanggung, Guru dan Tenaga Pendidik Wajib Tes Usap, Sudah Dimulai 15 Desember

Balqis Falasifah (22) santri Ponpes Zaidatul Maarif Kauman Parakan itu menyabet juara Favorit Lomba Video Narasi Temanggungan mengalahkan para kompetitornya.

Balqis membuat video dengan mengangkat tema "Ing Sak Wijining Dino" berdurasi 4,50 menit yang menceritakan tentang keseharian para santri. 

Dalam pembuatan video, Balqis dibantu 9 rekan santri selama sepekan dengan memanfaatkan sela-sela kegiatan di pondok.

"Kami mencoba membuat karya tanpa harus meninggalkan rutinitas kami di pondok."

"Kami manfaatkan waktu luang, terutama Jumat karena libur, kami maksimalkan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (22/12/2020).

Video yang menghantarkan Balqis menyabet juara favorit menceritakan suka duka santri selama berkegiatan di pondok dari pagi hingga malam hari.

Mulai dari kegiatan mengaji, ziarah, kegiatan sosial, makan bersama hingga canda tawa dan saling curhat.

Melalui video tersebut, Balqis ingin mengenalkan kepada masyarakat umum bahwa kegiatan santri juga menyenangkan di lingkungan pondok pesantren.

Selain itu, kegiatan santri juga dinilai tidak mengenal pandemi Covid-19 selama dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Balqis berharap, melalui video itu juga, sebagai ajang nguri-uri budaya bahasa daerah Temanggung untuk diperkenalkan kembali kepada para generasi milenial.

"Kesulitan tetap ada ya, mencari waktu luang, hingga kepentok hujan karena musim hujan."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved