Breaking News:

Berita Banyumas

Tempat Wisata di Banyumas Hanya Terima Wisatawan Lokal saat Libur Akhir Tahun, Ini Alasannya

Liburan akhir tahun ini, pengelola tempat wisata di Banyumas sepakat hanya membuka untuk wisatawan lokal atau dari wilayah tersebut.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Pengunjung tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas, mencuci tangan di sela berkeliling hutan pinus, Sabtu (6/12/2020). Libur akhir tahun ini pengelola tempat wisata di Banyumas sepakat hanya membuka tempat wisata bagi wisatawan lokal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah tempat wisata di Banyumas biasanya menjadi pilihan liburan wisatawan luar daerah. Namun, liburan akhir tahun ini, pengelola tempat wisata di Banyumas sepakat hanya membuka untuk wisatawan lokal atau dari wilayah tersebut.

Alasannya, Covid-19 masih mewabah dan Kabupaten Banyumas berstatus zona merah.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Penyelenggara Atraksi dan Aktivitas Wisata (APAAW) Banyumas, Agus Triono.

"Karena ada beberapa pertimbangan terkait Covid-19. Ini kesepakatan kami bersama," ujarnya, Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Masuk Jateng Harus Negatif Covid-19, Pemprov Juga Gelar Tes Rapid Antigen Acak di Tempat Wisata

Baca juga: Tetap Buka, Owabong Batalkan Sejumlah Event untuk Cegah Kerumunan saat Libur Nataru

Baca juga: Libur Nataru, Wisatawan Asal Luar Kota Tegal Wajib Bawa Hasil Rapid Test

Baca juga: Cegah Kerumunan, Pemkab Kudus Berencana Tutup Tempat Wisata saat Libur Pergantian Tahun

Agus menjelaskan meski dibuka untuk wisatawan lokal tetap ada pembatasan kuota pengunjung.

Dimana, dalam satu periode kunjungan, wisatawa yang masuk tempat wisata hanya boleh 50 persen dari kapasitas.

Hal itu sesuai instruksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dan kesepakatan pihak pengelola obyek wisata.

Kebijakan itu harus ditaati meskipun sebenarnya, wisatawan lokal tidak sebanyak wisatawan luar daerah, terutama saat malam pergantian tahun.

Petugas mengecek suhu tubuh pengunjung tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas, Sabtu (6/12/2020).
Petugas mengecek suhu tubuh pengunjung tempat wisata Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas, Sabtu (6/12/2020). (TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI)

Menurutnya, pihak pengelola tidak ingin mengambil risiko adanya klaster Covid-19 di tempat wisata.

Agus mengatakan, wisatawan lokal paham betul protokol kesehatan dibanding masyarakat luar Banyumas.

"Kami tidak tahu seperti apa mereka di luar sana. Yang pasti, masyarakat Banyumas itu sudah sadar protokol kesehatan," tambahnya.

Pihak pengelola akan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, semisal menyediakan tempat mencuci tangan, mewajibkan pengunjung memakai masker, dan petugas mengecek suhu tubuh wisatawan yang datang.

Baca juga: Bikin Geger, Pemuda Berbaju Doreng Panjat Tower di Sumpiuh Banyumas. Turun Setelah 6 Jam di Tower

Baca juga: Siapkan Payung, Purwokerto Hari Ini Diperkirakan Diguyur Hujan Siang hingga Malam

Baca juga: Investor Protes, Mulai 1 Januari 2021 Ada Bea Materai Rp 10 Ribu untuk Transaksi Surat Berharga

Baca juga: Nama Gus Yasin Tak Muncul, Suharso Monoarfa Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua Umum PPP

Selain itu, pengelola tempat wisata juga menyediakan pamflet daftar nomor darurat yang bisa dihubungi.

Nantinya, ada satgas internal tempat wisata yang akan berkeliling mengingatkan pengunjung terkait protokol kesehatan. (Tribunbanyumas/jti)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved