Berita Semarang

Hujan Angin Bawa Kabur Atap Rumah Warga Rejosari, BPBD Kota Semarang: Sebulan, Ada 4 Kejadian

Lendra, sapaan Syahlendra, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, hujan cukup deras.

TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Syahlendra membersihkan puing-puing rumah yang ambruk di Jalan Rejosari Tengah Gg II Nomor 1 RT 10 RW 10 Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (20/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (19/12/2020) malam. Kejadian itu membuat atap rumah milik wartawan media online, Syahlendra, di Jalan Rejosari Tengah Gang II No 1, RT 10 RW 10, Kelurahan Rejosari, terbang terbawa angin.

Lendra, sapaan Syahlendra, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, hujan cukup deras.

Lendra yang tengah terlelap dikagetkan suara benda jatuh.

"Tiba-tiba, saya dengar suara 'brak'. Setelah itu, tidak ada suara lagi. Kemudian, saya dengar lagi suara yang sama tetapi lebih kencang. Saya kemudian bangun," terangnya, Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Keuskupan Agung Semarang Terapkan Prokes Misa Natal, Jemaat Wajib Bawa Hasil Negatif Tes Rapid

Baca juga: Nunus Menangis Tertangkap Polisi Seusai Mencuri Motor di Kota Lama Semarang

Baca juga: Tak Pedulikan Suara Suling Lokomotif, Pemotor di Semarang Tertabrak Kereta Api Barang

Dia kemudian keluar kamar dan mengecek. Dia melihat ruang tamu sudah berantakan. Banyak pecahan genting berserakan.

"Saya melihat ke atas, atap sudah bolong. Air hujan mbeleber kemana-mana," tutur dia.

Tidak hanya atap ruang tamu, atap kamar juga ikut hilang. Dia menduga, selain hujan dan angin, umur bangunan yang sudah tua juga menjadi pemicu kejadian tersebut.

Saat ini, Lendra memilih bertahan di rumah. Dia menempati ruangan lain yang masih bagus.

Kepala BPBD Kota Semarang Rudiyanto mengatakan, hujan deras disertai angin kencang, diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Kota Semarang hingga awal Maret 2021.

Menurutnya, dalam sebulan terakhir, hujan deras menyebabkan beberapa atap rumah di sejumlah wilayah terangkat, bahkan roboh, dan longsor.

"Dalam sebulan, ada empat wilayah yang mengalami rumah roboh dan atap terangkat," tutur dia, Minggu.

Secara rinci, kata dia, ada tiga rumah roboh di Jalan Blambangan Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Jumat (11/12/2020) lalu.

"Kemudian, ada atap satu rumah roboh di Jalan Lamper Tengah 1 Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, juga pada hari Jumat," jelasnya.

Baca juga: Suka Bakso? Coba Bakso Suguhan Kedai R3 Tegal. Ada 60 Varian Menu, harga Mulai Rp 3 Ribu-Rp 5 Juta

Baca juga: Pertamina Siapkan 9 Pertashop di Tol Trans Jawa saat Libur Nataru, Layanan Pesan Antar di Nomor 135

Baca juga: Tak Kapok, Pencuri Spesialis Rumah Mewah Ini Ditangkap untuk Ke-11 Kalinya. Beraksi Sejak Umur 12

Baca juga: Nama Gus Yasin Tak Muncul, Suharso Monoarfa Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua Umum PPP

Pada hari yang sama, rumah roboh akibat angin kencang berada di Jalan Mustokoweni, Kelurahan Plombokan, Semarang Utara.

Terakhir, tanah longsor di jalan Kencono Wungu Tengah 4, Keluruhan Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Kamis (17/12/2020) lalu.

"Ada satu rumah yang terkena longsor," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved