Berita Video
Video 4 Rumah di Arcawinangun Ambrol Terbawa Arus Sungai Pelus
Empat rumah di RT 04 RW 04, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, ambrol dan terbawa arus Sungai Pelus, Kamis (17/12/2020).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Abduh Imanulhaq
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Berikut ini Video 4 rumah di arcawinangun ambrol terbawa arus sungai pelus
Empat rumah di RT 04 RW 04, Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, ambrol dan terbawa arus Sungai Pelus, Kamis (17/12/2020) sekira pukul 17.00 WIB.
Keempat rumah tersebut berada di atas tebing pinggir Sungai Pelus, setinggi sekira 16 meter.
Undi Wahyu Jatmiko (52), warga terdampak, mengatakan, saat kejadian, hujan deras tengah melanda daerah tersebut. Hal ini membuat arus Sungai Pelus di bawah permukiman menjadi deras.
Bahkan, volume air meningkat hingga hampir mencapai separo ketinggian tebing.
"Air sudah sangat mepet sekali dengan rumah, akhirnya kami mengungsi ke rumah sebelah. Tidak lama setelah itu, saya mendengar ada suara runtuhan rumah dan terbawa arus Sungai Pelus," kata Undi, Jumat (18/12/2020).
Ternyata, rumah yang ambruk dan terbawa arus Sungai Pelus itu adalah milik Narsiti (62) dan Darmo (70), tetangga Undi.
Selain rumah Narsiti dan Darmo, ada dua rumah lain yang juga terbawa arus sungai.
Saat kejadian, keluarga penghuni empat rumah tersebut sudah mengungsi.
Menurut Undi, ada sembilan kepala keluarga (KK) yang mengungsi akibat ancaman tebing ambrol tersebut. Sementara, mereka tinggal di Wisma Arca.
Bukan hanya pemilik rumah yang ambrol, yang mengungsi. Warga lain yang rumahnya kini berada di bibir tebing juga mengungsi, termasuk Undi dan keluarga yang rumahnya terancam ambruk.
"Bagian paling parah adalah sebagian dapur sama kamar mandi yang sudah di ujung tebing. Dibawahnya itu sudah sungai. Tanahnya juga lunak banget jadi kalau terkena air atau banjir lagi, bisa kemungkinan ambruk," jelasnya.
Selain rumah Undi, saat ini, tiga rumah lain juga terancam ambrol.
Tiga rumah tersebut di antaranya milik Hari Sabar (40). Bahkan, menurut Hari, dinding rumahnya sudah tampak retak.
Dia bersama istri dan anaknya sudah mengungsi dan tinggal di tempat yang aman.
Kejadian ini pun telah mendapat perhatian pemerintah daerah setempat. Jumat, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas turun ke lokasi untuk mengecek dan mendata warga. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :