Breaking News:

Berita Sragen

Terbukti Lakukan Pungli Seleksi Perdes, Kades Trobayan Sragen Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

PN Tipikor Semarang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada mantan Kades Trobayan, Sragen, dan suaminya hukuman dua tahun penjara.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Suparmi, ketika menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Agustus lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepada mantan Kades Trobayan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Suparmi (50), dan suaminya, Suyadi (52).

Keduanya dinyatakan terbukti melakukan pungutan liar seleksi perangkat desa (Perdes) 2018.

Selain hukuman penjara, keduanya juga didenda Rp 100 juta.

Pasutri itu menerima uang sogokan Rp 515 juta yang dipungut dari empat calon perangkat desa dengan dalih menjamin lolos seleksi perangkat desa.

"Vonis masing-masing dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider dua bulan," kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, saat dikonfirmasi, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Calon Wakil Bupati Sragen Suroto Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Keluarga

Baca juga: Anggota TNI Korban Mobil Patroli vs KA Brantas di Sragen Ditemukan, Terbawa Arus Kedung Cempluk

Baca juga: Hasil Pilkada Sragen 2020: Unggul Sementara dari Kotak Kosong, Yuni Soroti KPPS Tak Datangi RSUD

Baca juga: Ayah Asal Sragen Ini Syok Mengetahui Anak Semata Wayang Tewas Kecelakaan setelah Lihat Media Sosial

Agung mengatakan, dari uang suap Rp 515 juta itu, Rp 325 juta telah dikembalikan kepada calon perdes.

"Total suap Rp 515 juta. Sebanyak Rp 190 juta belum dikembalikan, milik sekdes yang saat ini menjabat. Karena kedua terdakwa merasa, sekdes itu sudah jadi sehingga tidak perlu dikembalikan," katanya.

Agung melanjutkan, vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang lanjutan yang digelar secara daring, Rabu (16/12/2020) kemarin.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Tipikor Semarang, Casmaya, hakim menggelar sidang di PN Tipikor. Sementara, kedua terdakwa mengikuti sidang di Lapas Sragen dan jaksa di Kejari Sragen.

Dalam sidang putusan, keduanya dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Agung mengatakan, atas putusan hakim, kedua terdakwa menyatakan masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Begitu pula dengan jaksa, juga menyatakan pikir-pikir mengingat vonis ini setengah tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa.

"Kami masih akan menunggu 7 hari ke depan, apakah terdakwa akan menerima putusan atau menempuh upaya hukum lain, yakni banding," kata dia. (*)

Baca juga: Tetap Buka, Owabong Batalkan Sejumlah Event untuk Cegah Kerumunan saat Libur Nataru

Baca juga: Apes, Belasan Siswa MAN 2 Karanganyar Digerebek Polisi saat Pembuatan Foto Perpisahan Kelas

Baca juga: Ganjar: Pengajian Maulid Akbar Kanzus Shalawat Sepakat Ditunda

Baca juga: 4 Rumah di Arcawinangun Banyumas Ambrol Terbawa Arus Sungai Pelus, 9 KK Mengungsi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved