Breaking News:

Berita Kriminal

Korban Dicekoki Miras Sebelum Disetubui, Kapolres Kebumen: Sudah Empat Kali Pelaku Melakukannya

tersangka menyetubuhi korban, Bunga (samaran) yang masih berusia 17 tahun warga Kecamatan Petanahan dengan cara dicekoki miras.

POLRES KEBUMEN
Gelar perkara kasus persetubuhan anak bawah umur di Mapolres Kebumen, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - FA (18) warga Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen harus berurusan dengan penyidik Satreskrim Polres Kebumen karena diduga menyetubuhi gadis di bawah umur. 

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mengatakan, tersangka menyetubuhi korban, Bunga (samaran) yang masih berusia 17 tahun warga Kecamatan Petanahan.

Baca juga: Pemkab Kebumen Rampungkan 15 Proyek Fisik di Tengah Wabah Covid-19, Ada Bengkel Nelayan Juga Embung

Baca juga: Hasil Rekapitulasi Pilkada Kebumen: Paslon Tunggal Unggul Lawan Kotak Kosong, Raih 389.463 Suara

Baca juga: Di Kebumen, Tukang Ojek dan Becak Sumringah, Masing-masing Dapat 5 Kilogram Beras

Baca juga: Rumah Tepian Sungai Luk Ulo Makin Terancam Longsor, Pemkab Kebumen Upayakan Pasang Bronjong

"Tersangka menyetubuhi korban sedikitnya 4 kali."

"Yakni pada November 2020," jelas AKBP Piter kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/12/2020).

Terakhir aksinya dilakukan di rumah tersangka FA di Sruweng pada Sabtu (24/11/2020) sekira pukul 13.00.
 

Mulanya, kata dia, korban dibujuk akan diajak ke Objek Wisata Sempor. 

Namun di tengah perjalanan, tersangka mengajak korban ke rumahnya.

Saat itu, korban dipaksa minum minuman keras (miras).

Setelah mengkonsumsi miras, korban dipaksa menuruti syahwat tersangka. 

Untuk memuluskan aksinya, tersangka berjanji akan menikahi korban di kemudian hari.

Bak disambar petir di siang bolong, kabar persetubuhan itu pun akhirnya sampai ke telinga orangtua korban. 

Tak terima perlakuan tersangka, orangtua korban lantas melapor ke polisi. 

Tersangka kemudian ditangkap pada Selasa (8/12/2020) di Petanahan Kebumen

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016.

Yakni tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Masuk Jateng Harus Negatif Covid-19, Pemprov Juga Gelar Tes Rapid Antigen Acak di Tempat Wisata

Baca juga: Surati Bupati dan Wali Kota di Jateng, Gubernur Ganjar Minta Pembelajaran Tatap Muka Januari Ditunda

Baca juga: KPK Nobatkan Jateng sebagai Daerah Paling Antikorupsi se-Indonesia

Baca juga: Kapolda Jateng: Kami Pasti Bubarkan Jika Ada Kerumunan Saat Malam Tahun Baru

Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved