Pilkada Serentak 2020

Diajak Tiwi Bersinergi Bangun Purbalingga, Begini Jawaban Oji: Saya Tetap Minta Bawaslu Bertindak

Oji tetap mendesak aparat penegak hukum atau Bawaslu Kabupaten Purbalingga untuk mengusut sejumlah dugaan pelanggaran Pemilu yang ditemukan pihaknya.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Calon Bupati Purbalingga nomor urut 1 Muhammad Sulhan Fauzi (Oji). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Calon Bupati Purbalingga nomor urut 1 Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) menyambut positif ajakan Calon Bupati nomor urut 2 Dyah Hayuning Pratiwi untuk bersama-sama membangun Kabupaten Purbalingga

Calon Bupati Purbalingga nomor urut 2 sempat menyampaikan ajakannya kepada rival untuk membangun Purbalingga saat PDI Perjuangan merilis hasil perolehan suara yang memenangkan Paslon Tiwi-Dono, pada 9 Desember 2020. 

Baca juga: Paslon Oji-Jeni Belum Terima Kekalahan di Pilkada Purbalingga, Desak Bawaslu Lakukan Hal Ini

Baca juga: Disnaker Purbalingga Buka Lagi Permohonan Rekomendasi Pembuatan Paspor bagi Calon TKI

Baca juga: Emosi Saudara Kembar Dihina, Pemuda 21 Tahun Asal Kemangkon Tusuk Punggung Buruh di Purbalingga

Baca juga: Saksi Tolak Tanda Tangani Berita Acara KPU Purbalingga, Ternyata Sudah Direncana, Ini Alasannya

Oji meminta masing-masing meluruskan niat mengabdi ke masyarakat Purbalingga.

Dia pun menegaskan, pencalonannya dilandasi niat untuk mengabdi ke masyarakat.

Karena itu, apapun hasilnya, tak masalah baginya. 

"Saya sambut baik ajakan dari beliau," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/12/2020) 

Oji menyadari menang kalah dalam pertarungan Pilkada adalah hal biasa.

Karenanya, ia tak akan menutup silaturahim kepada siapapun, termasuk kepada Paslon rival.

Dia akan membuka luas pintu silaturahim, termasuk ajakan positif Tiwi untuk bebarengan membangun daerah. 

"Bagi saya seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya.

Meski demikian, ia tetap mendesak aparat penegak hukum atau Bawaslu untuk mengusut sejumlah dugaan pelanggaran Pemilu yang ditemukan pihaknya.

Mulai dugaan penyalahgunaan kekuasaan, pembagian sembako yang ditumpangi kampanye, hingga intimidasi dan ancaman terhadap relawan, simpatisan, hingga masyarakat. 

Pihaknya belum bisa menerima hasil Pilkada Kabupaten Purbalingga sebelum penyelenggara menuntaskan persoalan dugaan kecurangan itu. 

"Ini biar menjadi semangat bagi mereka."

"Karena relawan dan masyarakat perlu tahu," katanya. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Update Kecelakaan Odong-odong di Batang, Satu Balita dan Dua Lansia Meninggal, Begini Kronologisnya

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol di Desa Blorok Kendal, Air Genangi Puluhan Rumah, Kasani: Tadi Capai Semeter

Baca juga: Yoyok Sukawi Tak Risau Kehilangan Pemain, PSIS Semarang Sudah Sepakat Sejak Awal Pandemi

Baca juga: PT KAI Jalankan KA Purwojaya Saat Libur Nataru, Relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir, Ini Jadwalnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved