Pilpres AS

Kantongi 306 Suara Elektoral, Joe Biden Resmi Jadi Presiden Ke-46 AS

Dewan Elektoral atau Electoral College mengukuhkan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46.

Editor: rika irawati
AFP/Angela Weiss
Presiden terpilih AS Joe Biden menyampaikan sambutan di The Queen di Wilmington, Delaware, pada 10 November 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WILMINGTON – Dewan Elektoral atau Electoral College mengukuhkan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46.

Pengukuhan resmi politisi dari Partai Demokrat tersebut sebagai presiden berlangsung setelah Dewan Elektoral melakukan pemungutan suara yang berlangsung Senin (14/12/2020) malam, waktu setempat.

Joe Biden meraup 306 electoral vote alias suara elektoral, melampaui 270 suara elektoral minimal yang dibutuhkan untuk melenggang ke Gedung Putih.

Sementara itu, calon presiden petahana, Donald Trump, hanya memperoleh 232 suara elektoral sebagaimana dilansir dari New York Post.

Biden lantas memberikan pidato kemenangannya beberapa jam setelah Dewan Elektoral secara resmi memilihnya untuk menggantikan Trump di kursi kepresidenan AS.

Baca juga: Menangi Pilpres AS Versi Hitung Cepat, Joe Biden Ancang-ancang Bentuk Satgas Penanganan Covid-19

Baca juga: Pejabat di Era Obama Isi Kabinetnya, Begini Penjelasan Joe Biden

Baca juga: Tak Akui Kalah, Donald Trump Siratkan Keinginan Nyalon Lagi di Pilpres 2024 AS

Baca juga: Yakin Donald Trump Dicurangi di Pilpres AS, Ribuan Pendukung Gelar Demo di Washington

Dalam pidatonya tersebut, Biden mengatakan bahwa demokrasi telah menang, menyindir Trump yang terus berusaha menolak hasil pilpres AS.

"Sekali lagi di Amerika bahwa supremasi hukum, konstitusi, dan keinginan rakyat telah menang," kata Biden dari rumahnya di Wilmington, Delaware, AS, Senin malam waktu setempat.

Biden menambahkan, partisipasi rakyat AS dalam pilpres tersebut mencapai lebih dari 155 juta suara dan memecahkan rekor.

Sehingga, tingginya angka partisipasi tersebut seharusnya dirayakan, bukan malah diserang.

"Api demokrasi telah menyala di negara ini sejak lama. Dan sekarang, kita tahu bahwa tidak ada-bahkan pandemi atau penyalahgunaan kekuasaan-yang dapat memadamkan api itu," kata Biden.

Biden berpendapat bahwa kemenangan 306 suara elektoral adalah sinyal bahwa Trump akhirnya harus menerima kekalahannya dalam pilpres AS tahun ini.

"Pada saat itu, Presiden Trump menyebut, penghitungan Dewan Elektoral sebagai sebuah bencana besar. Dengan standarnya sendiri, angka-angka ini mewakili kemenangan yang jelas," tutur Biden.

Biden juga mencatat bahwa lusinan tantangan hukum yang diajukan oleh Tim Kampanye Trump di berbagai negara bagian telah didengar.

"Mereka telah didengar. Dan mereka ternyata tidak pantas. Pemilihan ini jujur. Pemilihan ini independen dan adil," sambung Biden.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved