Breaking News:

Berita Kesehatan

Warga Diminta Tunggu Pengumuman Resmi, Pemerintah Belum Menetapkan Harga Vaksin Sinovac

Pemerintah menegaskan belum menentukan harga vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah tiba di Indonesia.

Editor: rika irawati
dok.ist/via tribun padang
Ilustrasi vaksin virus corona (Covid-19). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan belum menentukan harga vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah tiba di Indonesia.

Lewat Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmidzi, pemerintah meminta warga bersabar.

Hal ini disampaikan Siti menanggapi beredarnya kabar soal harga vaksin Covid-19 di media sosial.

"Kehadiran dan penggunaan dalam program vaksinasi di Indonesia masih dinamis, mengikuti proses pengadaan dan izin penggunaannya," kata Nadia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (13/12/2020).

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai harga vaksin tidak bisa dijadikan rujukan masyarakat.

Baca juga: 1,2 Juta Dosis Vaksin Virus Covid-19 dari Sinovac China Tiba di Indonesia

Baca juga: WHO Sarankan Negara Kampanyekan Manfaat Vaksin Covid-19, Bukan Mewajibkan Vaksinasi

Baca juga: Salatiga Butuh Minimal 110 Ribu Vaksin Sinovac, Sasaran Warga Usia 18 Hingga 59 Tahun

Baca juga: Dinkes Blora: Nakes Calon Penerima Vaksin Covid-19 Masih Didata

Nadia mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait vaksin dan vaksinasi Covid-19.

"Informasi resmi akan dapat diakses di situs Kemkes.go.id dan Covid-19.go.id," ujarnya.

Ia melanjutkan, pemerintah hingga kini telah menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia.

Vaksin itu adalah vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer/BioNTech, dan Sinovac.

Adapun ketetapan enam jenis vaksin tersebut diatur oleh Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 9860 tahun 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto dalam keterangan tertulisnya menyatakan, pemerintah hingga kini masih menyelesaikan skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19 baik untuk kebutuhan program bantuan pemerintah maupun kebutuhan mandiri.

Bio Farma sendiri, kata dia, belum melaksanakan sistem pelayanan preorder untuk vaksinasi Covid-19 jalur mandiri dalam bentuk apapun, baik keperluan fasilitas kesehatan maupun perseorangan.

"Saat ini, Bio Farma masih mengembangkan sistem yang akan digunakan untuk pemesanan preorder vaksinasi Covid-19 khususnya untuk jalur mandiri, dan hingga saat ini, belum ada ketentuan maupun pengaturan teknis dari pemerintah terkait hal tersebut, dan yang terpenting adalah, pelaksanaan vaksinasinya sendiri, tetap menunggu izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," ujar Bambang.

Hal tersebut ia utarakan untuk menyikapi beredarnya iklan atau promo mengenai preorder vaksinasi Covid-19 jalur mandiri yang beredar di media sosial.

Bambang melanjutkan, mengenai penyediaan layanan vaksinasi Covid-19 seperti rumah sakit klinik dan fasilitas kesehatan lainnya, masih dilakukan proses pendaftaran dan verifikasi untuk jalur mandiri melalui asosiasi-asosiasi resmi.

Baca juga: KA Brantas Tabrak Mobil Patroli Polsek Kalijambe Sragen, 2 Polisi Tewas dan 1 Anggota TNI Hilang

Baca juga: Positif Covid-19, Bupati Purbalingga Tiwi Minta Maaf Tak Bisa Kunjungi Warga Korban Bencana

Baca juga: Waspada Banjir, Malam Ini Banjarnegara Hingga Cilacap Diperkirakan Diguyur Hujan Disertai Petir

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 14 Desember 2020 Rp 1.921.000 Per 2 Gram

Bio Farma mengimbau kepada penyedia layanan kesehatan untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan preorder vaksinasi jalur mandiri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Belum Tetapkan Harga Vaksin, Masyarakat Diminta Tunggu Pengumuman".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved