Breaking News:

Berita Korupsi

Penyuap Bowo Sidik Pangarso Sudah Masuk Lapas Sukamiskin, Kasus Suap Jasa Angkut Kapal

Taufik merupakan terpidana kasus suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN
ILUSTRASI Papan nama Gedung KPK di Jakarta. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - KPK secara resmi telah mengeksekusi Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono ke Lapas Sukamiskin, pada Kamis (10/12/2020).

Taufik merupakan terpidana kasus suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

"Kamis (10/12/2020) Jaksa Eksekusi KPK, Andry Prihandono telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat."

Baca juga: Amblesnya Makin Dalam Saat Banjir, Terdeteksi Tahun Lalu, Pergerakan Tanah di Karanglewas Banyumas

Baca juga: Residivis Curi Motor di Banyumas, Uang Hasil Penjualan Digunakan Beli HP untuk Belajar Daring Anak

Baca juga: Jadi Tempat Kerumunan saat Akhir Pekan, Jalan Bung Karno Purwokerto Bakal Dijaga Satpol PP Banyumas

Baca juga: Renovasi Pasar Wage Purwokerto Dikerjakan Awal Tahun, Perbaikan Hanya di Blok B yang Terbakar

"Bernomor 37/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst per 29 November 2020 atas nama Terpidana Taufik Agustono."

"Yakni dengan cara memasukkan Terpidana ke Lapas Kelas I Sukamiskin," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (12/12/2020).

Taufik akan menjalani masa pidana selama 1 tahun dan 5 bulan di Lapas Sukamiskin dikurangi selama berada dalam tahanan.

Selain itu, Taufik juga dijatuhi hukuman membayar denda senilai Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Dalam perkara ini, Taufik bersama Asty Winasti selaku Manajer Marketing PT HTK dinilai terbukti memberi suap.

Yakni sebesar Rp 1.310.972.935 dan 88.733 dollar AS kepada Bowo melalui anak buahnya, Indung Andriani.

Suap tersebut diberikan agar Bowo mau membantu PT HTK mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Taufik melalui Asty, juga memberi uang senilai total 28.500 dollar AS kepada Direktur Utama PT PT Pilog Ahmadi Hasan serta 32.300 dollar AS dan Rp 186.878.664 kepada pemilik PT Tiga Macan Steven Wang.

Atas perbuatannya, Taufik dinilai melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul KPK Eksekusi Penyuap Bowo Sidik ke Lapas Sukamiskin

Baca juga: 5 Puskesmas di Purbalingga Tutup Sementara setelah Sejumlah Nakes Positif Covid-19

Baca juga: Bawaslu OTT Pelaku Politik Uang di Purworejo, Temuan Juga di Purbalingga, Tersebar di 18 Kecamatan

Baca juga: Siaga Darurat Bencana Berlaku Hingga Januari 2021, Berikut Peta Kerawanan di Banjarnegara

Baca juga: Pemprov Jateng Tak Cepat Merespon, Bupati Banjarnegara Tambal Jalan Gunakan Uang Pribadi

Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved