Breaking News:

Berita Batang

Jalur Pantura Batang Rusak, Pengendara: Seperti Daun Tanaman Janda Bolong, Lubang Dimana-mana

Layaknya pembalab profesional, beberapa pengendara yang melintas di Jalur Pantura Batang terlihat meliuk-liuk mengendalikan motor yang ditunggangi.

TRIBUNBANYUMAS/BUDI SUSANTO
Pengendara roda dua melintas di Jalur Pantura Batang, menghindari lubang jalan, Rabu (9/12/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Layaknya pembalab profesional, beberapa pengendara yang melintas di Jalur Pantura Batang terlihat meliuk-liuk mengendalikan motor yang ditunggangi.

Mereka terpaksa melaju secara zig zag lantaran menghindari lubang jalan.

Pasalnya, Jalan Pantura Batang dari Gringsing hingga Kecamatan Batang, tepatnya sampai perbatasan Kota Pekalongan, dihiasi lubang dengan kedalam bervariatif.

Hal itu membuat pengguna jalan resah dan meminta pemerintah segera memperbaiki jalan.

"Sudah seperti daun tanaman janda bolong saja, lubang ada di mana-mana. Sangat berbahaya, terutama bagi saya yang setiap hari melintasi menggunakan sepeda motor," jelas Antok, warga Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Rabu (9/12/2020).

Baca juga: 50 Kilometer Jalan Pantura Batang Minim Penerangan, Bikin Pengendara Was-was, Begini Respon Dishub

Baca juga: Punya Tanjakan dan Turunan Panjang, Jalur Pantura Subah-Gringsing Batang Jadi Momok Sopir Truk

Baca juga: Adu Banteng Mobil Kijang Vs Truk Diesel di Jalur Pantura Tuban, Enam Orang Tewas

Baca juga: Dana Alih Fungsi Pangkalan Truk Bantuan Kemensos Tidak Bisa Dicairkan, Pemkab Batang Janjikan Ini

Antok yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengaku sempat hampir berhadapan dengan maut lantaran lubang jalan.

"Di wilayah Sengon, Kecamatan Subah, ada lubang menganga dan tepat di tikungan. Senin lalu, saya hampir jatuh karena roda depan menghantam lubang. Untung kemudi bisa saya kendalikan," paparnya.

Selain Antok, Rian, warga Weleri yang bekerja di Kabupaten Batang, juga mengeluhkan hal serupa.

Bahkan, ia mengatakan, saat hujan turun, lubang jalan sangat membahayakan karena tergenang air dan tak terlihat pengendara.

"Saat melintas di Jalan Pantura Batang, beberapa kali saya melihat pengguna jalan terjatuh karena kendaraan menghantam lubang," ucapnya.

Ia menambahkan, pejabat yang menangani Jalan Pantura Batang harusnya melakukan pengecekan.

"Kalau bisa, saat mengecek, mengendarai sepeda motor, jangan pakai mobil, biar tahu bagimana kondisi dan bahayanya Jalan Pantura," tambahnya. (*)

Baca juga: Ingin Hibur Pemilih, Petugas di TPS 03 Desa Karanganyar Pekalongan Pakai Seragam Sekolah

Baca juga: MA Tolak Usulan Pemakzulan Bupati Jember, Begini Komentar Ketua DPRD

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 9 Desember 2020 Rp 1.922.000 Per 2 Gram

Baca juga: Bawaslu Ingatkan Pencoblos Tak Pakai Masker Bernuansa Politik saat ke TPS

Penulis: budi susanto
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved