Berita Jateng

27 Siswa SMK Negeri Jateng Positif Covid-19, Ketua DPRD Jateng Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda

Puluhan siswa SMK Negeri Jateng di Semarang terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait kondisi ini, Ketua DPRD Jateng meminta sekolah tatap muka ditunda.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Puluhan siswa SMK Negeri Jateng di Semarang terkonfirmasi positif Covid-19. Terkait kondisi ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah Bambang Kusriyanto meminta agar pemerintah dapat mengkaji pembukaan pembelajaran tatap muka di masa pandemi.

Bambang pun berharap, pembelajaran langsung di sekolah ditunda lantaran penularan Covid-19 terjadi di sekolah.

Kondisi itu memunculkan penularan dari klaster sekolah, seperti yang terjadi di Jepara.

Informasi yang dia dapat, dari 27 siswa SMK Negeri Jateng yang positif Covid-19, 22 siswa saat ini menjalani isolasi di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Srondol Kota Semarang. Sedangkan lima orang siswa dinyatakan sudah negatif.

"Soal itu, saya sudah mendapatkan laporannya. Kalau SMK Negeri Jateng jadi klaster penyebaran Covid-19 karena banyak siswanya positif, saya minta ditangani dengan baik sampai hasilnya negatif," kata Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Ganjar Tak Akan Membuka Sekolah Tatap Muka secara Serentak Januari Mendatang. Ini Alasannya

Baca juga: DPRD Jateng: Belasan Terminal Tipe B Kondisinya Semakin Memprihatinkan

Baca juga: Ketua DPRD Jateng: Pilkada di Masa Pandemi Seakan Tidak Ada Gaungnya, Masyarakat Kurang Antusias

Baca juga: Rekomendasi Banggar DPRD Jateng: Bubarkan PT SPJT Karena Tidak Produktif

Ia menambahkan, sebagian besar siswa yang terpapar covid merupakan kategori orang tanpa gejala (OTG).

Sehingga, jika tidak ada penanganan cepat, dikhawatirkan penularan semakin meluas.

Saat ini, sekolah yang dikelola Pemerintah Provinsi Jateng ini masih menunggu hasil swab terhadap 196 siswa lain.

Kasus ini bermula saat ada delapan siswa yang diketahui mengalami gejala terinfeksi Covid-19. Semisal flu, batuk, demam, lidah mati rasa, dan hidung tidak bisa mencium.

Dari pemeriksaan swab yag dilakukan Dinas Kesehatan Jateng, terhadap delapan siswa tersebut, lima di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Setelah itu, dinas terkait memeriksa 34 siswa lain. Dan hasilnya, 22 siswa positif covid.

Pria yang akrab disapa Krebo ini meminta agar proses pembelajaran ditunda sambil menunggu tersedianya vaksin agar seluruh siswa dan guru aman dari Covid-19.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap, pengelola SMK Negeri Jateng segera memulangkan para siswa apabila hasil swabnya sudah negatif.

"Setelah itu, pelaksanaan pembelajaran di SMK milik Pemprov Jateng ini dikembalikan dengan sistem daring. Saya minta, seluruh siswa dipulangkan dulu tapi dipastikan dulu hasil swab-nya negatif. Semua siswa harus dipastikan hasil Swabnya negatif agar tidak menjadi penular bagi orang lain," jelasnya.

Menurutnya, pembukaan sekolah tatap muka harus ditunda terlebih dahulu. Hal ini semata untuk menekan penyebaran virus.

Baca juga: Polres Sragen Bekuk 10 Pengedar Obat Terlarang, Beli di Apotek Pakai Resep Dokter Palsu

Baca juga: Febrianda Harus Berpisah dari Istri yang Dinikahi 3 Bulan lantaran Dicokok Polisi Gara-gara Sabu

Baca juga: Dindik Banyumas Bakal Perpanjang PJJ hingga Tahun Depan Jika Kasus Covid-19 Masih Tak Terkendali

Baca juga: Dipimpin Sekda, ASN di Pemkab Banyumas Mulai Sosialisasikan Prokes Covid-19 ke Warga Komorbid

Sebagai informasi, sebanyak lima sekolah asrama di Jateng sebelumnya melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan di sekolah untuk pencegahan penularan virus.

Selain SMK Negeri Jateng di Semarang, yang melakukan uji coba, ada juga SMK Negeri Jateng di Pati, Purbalingga, serta SMK Pradita Dirgantara Boyolali, dan SMK Taruna Nusantara Magelang.

"Saya minta bersabar dulu, tidak usah kesusu (terburu-buru). Utamakan keselamatan siswa dan guru. Ini juga untuk menekan agar angka positif di Jateng tidak meroket seperti saat ini," ujar pria yang juga menjabat Sekretaris DPD PDIP Jateng ini. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved