Breaking News:

Berita Semarang

Sungai Beringin Meluap, 2 Kelurahan di Tugu Kota Semarang Terendam Banjir

Air menggenangi kawasan itu hingga setinggi sekitar satu meter, seusai hujan lebat melanda wilayah Kota Semarang semalam.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/REZA GUSTAV PRADANA
Air menggenangi rumah warga di Mangkang Wetan-Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Rabu (2/12/2020) tengah malam. Banjir dipicu meluapnya Sungai Bringin di dekat permukiman. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Permukiman di Mangkang Wetan dan Mangunharjo di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terendam air, sejak Rabu (2/12/2020) malam hingga Kamis (3/12/2020) dini hari.

Air menggenangi kawasan itu hingga setinggi sekitar satu meter, seusai hujan lebat melanda wilayah Kota Semarang semalam.

Dari pantauan Tribunbanyumas.com, puluhan rumah di sepanjang Jalan Mangkang Wetan-Mangunharjo terkena dampaknya.

Baca juga: Kabar Duka, Lurah Rowosari Kota Semarang Meninggal Akibat Covid-19. Keluarga dan Staf Jalani Swab

Baca juga: Butuh Donasi Hingga 20 Ribu Ecobrick, DLH Kota Semarang Hendak Bikin Taman, Mulai Tahun Depan

Baca juga: Gerah Ada Kios dan Bangunan Liar di Pasar Jadi Tempat Tinggal, Satpol PP Kota Semarang Tertibkan

Baca juga: Masih Cenderung Sepi, 4 Bioskop di Kota Semarang Mulai Buka Lagi

Air yang membanjiri permukiman berasal dari Sungai Bringin yang meluap.

"Mulai pukul 23.30 WIB tadi banjir bandang langsung datang masuk ke rumah saya, menghanyutkan barang-barang termasuk kasur, meja, TV, kulkas, mesin cuci, dan lain-lain," ujar Zainur (55), pemilik satu di antara rumah yang terdampak banjir.

Rumah Zainur terlihat hampir roboh akibat terjangan banjir.

Atap bagian depan ambruk dan sebagian dinding tampak miring.

melihat kondisi ini, Zainur mengatakan, dirinya dan keluarga tak berani menempati rumah.

Padahal, ada delapan orang yang semula tinggal di rumah tersebut. Kini, mereka mengungsi.

"Rumah saya jelas tidak bisa ditempati. Keluarga saya mengungsi di rumah saudara," tambahnya.

Anggota BPBD Kota Semarang, sejumlah relawan termasuk Sriti, Tagana, dan Sarda Jateng, terjun ke lokasi kejadian guna membantu warga yang kebanjiran.

Belum diketahui dampak lain yang ditimbulkan dari kejadian ini.

Hingga Kamis pukul 02.00 WIB, air bercampur lumpur masih menggenang setinggi sekitar 30 centimeter di permukiman. (tribunjateng/rez)

Baca juga: Tanggul 2 Sungai di Cilacap Jebol, Ratusan Rumah di 5 Desa Kebanjiran. Ribuan Warga Sempat Mengungsi

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 3 Desember 2020 Rp 1.921.000 Per 2 Gram

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng, Gubernur Minta Daerah Siapkan Tempat Isolasi Mandiri Terpusat

Baca juga: Kurangi Aktivitas Warga Saat Malam Hari, Lampu Penerangan Jalan Kota Tegal Kembali Dipadamkan

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved