Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Tenaga Kerja Asing Dikenai Wajib Retribusi 100 USD Tiap Bulan, Secepatnya Diberlakukan di Pati

Jika telah ditetapkan sebagai Perda, para Tenaga Kerja Asing (TKA) akan dikenai tarif retribusi yang dipungut setahun sekali di Kabupaten Pati.

TRIBUN BANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Berfoto bersama seusai penandatanganan persetujuan pihak eksekutif dan legislatif atas sejumlah Raperda di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Kamis (26/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto dan pimpinan DPRD Kabupaten Pati telah menandatangani persetujuan bersama mengenai Raperda Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

Penandatanganan persetujuan bersama ini dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Kamis (26/11/2020).

Pada saat yang sama, dilakukan pula persetujuan atas dua Raperda lainnya, yakni Raperda Penyertaan Modal Tiga BUMD dan Raperda APBD Kabupaten Pati 2021.

Baca juga: Manusia Silver Kembali Menjamur, Bahkan Kini Ada yang Remaja, Begini Respon Satpol PP Kota Tegal

Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai Rawit Merangkak Naik, Kini Capai Rp 31 Ribu di Temanggung

Baca juga: Potensi Zakat ASN Tinggi Tapi Cuma Terkumpul Rp 4 Miliar, Ini Kebijakan Baru Pemkab Purbalingga

Baca juga: Seratusan Warga Desa Blater Diserang Chikungunya, Dinkes Purbalingga: Jangan Dianggap Enteng

Sebelum ditetapkan sebagai Perda, Raperda ini terlebih dahulu harus mendapat evaluasi dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Untuk diketahui, jika Raperda ini telah ditetapkan sebagai Perda, para Tenaga Kerja Asing (TKA) akan dikenai tarif retribusi yang dipungut setahun sekali.

Adapun besaran retribusi dimaksud ialah USD 100 (100 dolar Amerika Serikat) per orang per bulan.

Menurut Bupati Haryanto, itu merupakan upaya pemerintah daerah dalam menggali sumber pendapatan daerah.

“Retribusi perpanjangan IMTA akan menjadi potensi cukup besar bagi pendapatan daerah,” ungkap dia kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/11/2020).

Menurut Haryanto, keberadaan TKA di Indonesia merupakan satu di antara faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Keberadaan mereka diartikan sebagai kebutuhan sekaligus tantangan.

Dianggap kebutuhan, karena TKA memang diperlukan dalam rangka membantu pengembangan serta pengalihan pengetahuan dan teknologi.

“Kemudian juga dianggap sebagai tantangan karena tenaga kerja lokal mesti bersaing dalam merebut pasar kerja yang kini lebih mengutamakan keahlian dan keterampilan,” ungkap dia.

Haryanto berharap, persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif terhadap Raperda ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk mendukung program pembangunan. (Mazka Hauzan Naufal)

Baca juga: Jangan Sampai Desa Wisata Ditutup, Disporapar Jateng Sosialisasi Gerakan BISA di Banyumas

Baca juga: Jateng Dapat Jatah 21 Juta Vaksin Covid-19, Dinkes: Skema Pendistribusian Sedang Kami Susun

Baca juga: Cara Unik Kades Karangbawang, Datang ke Bank Jateng Purbalingga, Bayar PBB-P2 Pakai Uang Koin

Baca juga: DPRD Jateng: Belasan Terminal Tipe B Kondisinya Semakin Memprihatinkan

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved