Breaking News:

Penanganan Corona

Kontroversi Kebijakan Bupati Banyumas, Achmad Husein Dihujat Karena Hajatan Kembali Dilarang

Bahkan sempat muncul postingan disertai tagar #prayfortratagan yang beredar di Facebook dan WhatsApp Grup akibat adanya penghentian kegiatan hajatan.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat berada di TPST Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah kalangan menolak kebijakan penghentian sementara hajatan di Kabupaten Banyumas.

Dimana itu alih-alih sebagai akibat melonjaknya kasus virus corona (Covid-19) di wilayah tersebut beberapa belakangan terakhir ini.

Penolakan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak beberapa hari terakhir.

Baca juga: Jangan Sampai Desa Wisata Ditutup, Disporapar Jateng Sosialisasi Gerakan BISA di Banyumas

Baca juga: Akan Gelar Balap Liar, Gerombolan Pemuda di Jalan Bung Karno Purwokerto Dibubarkan Polresta Banyumas

Baca juga: Mulai Hari Ini, 4 Objek Wisata Milik Pemkab Banyumas Tutup Lagi Hingga 10 Desember 2020

Baca juga: Warga Karangkemiri Hibahkan Lima Benda Bersejarah, Kini di Dinas Arpusda Banyumas, Ini Bentuknya

Bahkan sempat muncul postingan disertai tagar #prayfortratagan yang beredar di Facebook dan WhatsApp Grup.

Dalam postingan tersebut dilengkapi kalimat "Turut berduka cita atas matinya hak dan perekonomian pekerja seni (tratag/ tenda hajatan, tukang sound, tukang rias, penyanyi, tukang foto dan tukang dekor)".

Penolakan juga disampaikan warganet melalui kolom komentar akun Instagram Bupati Banyumas Achmad Husein.

Hingga berita ini dimuat, Kamis (26/11/2020), terdapat 3.297 komentar, baik pro maupun kontra dengan kebijakan tersebut.

Atas ramainya penolakan, Bupati Banyumas Achmad Husein akhirnya angkat bicara.

"Kami menerima kritikan pedas, kata-kata kasar tentang kebijakan menghentikan hajatan sementara," kata Husein seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Husein mengatakan, terpaksa mengeluarkan kebijakan tersebut untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved