Breaking News:

Berita Banyumas

Khawatir Longsor Susulan, Pemkab Ungsikan Semua Warga Sekitar Rumah Basuki di Banjarpanepen Banyumas

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Banyumas Didi Rudwianto mengatakan, lokasi sekitar masih berpotensi terjadi longsor.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Warga Gerumbul (dukuh) Kalicawang, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, bersama-sama dengan TNI, BPBD, dan relawan mencari sekeluarga korban longsor, Selasa (17/11/2020) pagi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Permukiman di sekitar lokasi longsor yang menewaskan empat orang dalam satu keluarga di Grumbul Kali Cawang, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikosongkan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Banyumas Didi Rudwianto mengatakan, lokasi sekitar masih berpotensi terjadi longsor, terutama bila curah hujan tinggi.

"Yang penting, dikosongkan dulu karena longsoran seperti tapal kuda. Tugas kami adalah melindungi dan menyelamatkan masyarakat. Nanti, ada tim teknis yang turun ke lokasi, mengecek masih layak atau tidak untuk hunian," kata Didi, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Waspada Banjir dan Longsor, Hujan Diperkirakan Guyur Banjarnegara dan Purbalingga Siang Hingga Malam

Baca juga: Basuki Sekeluarga Baru Pulang dari Acara Mertua saat Longsor Melanda Banjarpanepen Banyumas

Baca juga: Jasad Basuki Ditemukan 30 Meter dari Rumahnya, Korban Terakhir Longsor Sumpiuh Banyumas

Baca juga: Detik-detik Longsor Banyumas, Adik Basuki: Gelap, yang Terdengar Hanya Petir dan Derasnya Sungai

Menurut Didi, di kawasan pegunungan Serayu Selatan tersebut memang rawan longsor.

Lokasi permukiman tersebut berada di antara sungai dan tebing yang memiliki kemiringan hingga 60 derajat.

"Banyak batu-batu besar yang menyusun pegunungan. Batu besar tadinya tertutup tanah tapi lama-lama air hujan menghilangkan lapisan tanah, batuan tidak punya ikatan satu dengan yang lain. Termasuk tumbuhan, ditanami hilang karena kemiringan curam," jelas Didi.

Didi mengungkapkan, kejadian longsor serupa juga pernah terjadi di kawasan pegunungan itu beberapa tahun silam.

"Kejadian ini hampir mirip di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede tahun 2009 atau 2010, yang menewaskan enam orang, terus di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak. Lomasi tersebut tidak jauh dari lokasi longsor sekarang," ujar Didi.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarpanepen Mujiono mengatakan, terdapat enam kepala keluarga (KK) yang tinggal di sekitar lokasi longsor. Mereka telah mengungsi ke rumah sanak saudara yang aman.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah di Grumbul Kali Cawang, Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, luluh lantak tertimbun longsor, Selasa (17/11/2020) dini hari.

Baca juga: Semut Peneror Warga di Pageraji Banyumas Diduga Jenis Bau, Begini Saran Memberantas dari Ahli Unsoed

Baca juga: Disapu Angin Ribut, 2 Kelas di SD 01 Ngaliyan Rusak

Baca juga: Berjalan Terlalu Minggir, Truk Bermuatan Bibit Merica Terguling di Kutasari Purbalingga

Baca juga: Bupati Semarang Minta Maaf: Gara-gara Istri Nyalon Bupati, Anaknya Tak Tuntas Jadi Anggota DPRD

Akibatnya empat anggota keluarga yang terdiri dari pasangan suami istri atas nama Basuki (55) dan Sugiarti (45) serta kedua anaknya, Lucas (13) dan Yudas (8).

Sugiarti dan dua anaknya ditemukan dalam kondisi tewas, Selasa. Kemudian Basuki juga ditemukan tewas, Rabu (18/11/2020). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Permukiman Sekitar Lokasi Longsor di Banyumas Dikosongkan".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved