Breaking News:

Berita Banyumas

Tak Segera Urus BPKB Nasabah Senilai Rp 124 Juta, Karyawan Dealer Motor Dipolisikan Atasan

LA dilaporkan atasannya. Di tempat dia bekerja, LA bertanggung jawab terhadap proses pengurusan STNK dan BPKB.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Penyidik Polresta Banyumas memeriksa LA (kiri), warga Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, yang diduga melakukan penggelapan, Senin (16/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh LA alias Ipung (56), karyawan dealer PT Sinar Motor Indonesia.

Kasat Reskrim AKP Berry mengatakan, pihak kepolisian mengamankan LA, warga Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Senin (16/11/2020).

LA dilaporkan atasannya. Di tempat dia bekerja, LA bertanggung jawab terhadap proses pengurusan STNK dan BPKB.

Kronologi bermula pada Agustus 2019, ada tagihan BPKB oleh PT WOM Finance Purwokerto sehingga PT Sinar Motor Indonesia mengecek atau mengaudit ke bagian BPKB.

Dalam proses audit itu ditemukan ada 162 BPKB yang belum di proses.

Baca juga: Bermula dari Sinyal Ponsel Hilang, Nasabah Maybank Solo Ini Kaget Uang Tabungannya Rp 72 Juta Raib

Baca juga: Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Hutan Segoro Gunung Grobogan, Bau Bacin Menyengat saat Malam

Baca juga: Polresta Banyumas Terjunkan Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban Longsor di Banjarpanepen Banyumas

Baca juga: Banjir Surut, Jalan Buntu-Sumpiuh Penghubung Banyumas ke Kebumen dan Yogyakarta Lancar Lagi

Pada tanggal 14 November 2019, LA menyerahkan berkas formulir proses BPKB sebanyak dua berkas dan berkas tersebut sudah tidak ada tunggakan biaya. Sehingga, total BPKB yang belum di proses oleh LA 160 buah BPKB.

"Bulan Februari 2020 lalu, Branch Manager PT Sinar Motor Indonesia meminta LA menyelesaikan kekurangan pengurusan 160 BPKB tersebut," jelas Berry kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (18/11/2020).

"Namun, sampai sekarang, LA tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga PT Sinar Motor Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 124 juta rupiah," imbuhnya.

Guna penyidikan lebih lanjut, LA beserta barang bukti telah diamankan.

Barang-barang bukti itu berupa satu lembar surat keputusan pengangkatan jabatan LA sebagai pengurus yang bertanggung jawab terhadap proses pengurusan STNK dan BPKB.

Juga, enam lembar slip gaji LA, satu lembar berita acara stok BPKB tanggal 10 September 2019, 49 lembar tanda terima uang yang diterima LA dari PT Sinar Motor Indonesia untuk pengurusan surat surat kendaraan.

Baca juga: Tak Didampingi Pengacara, Wasmad Langsung Bacakan Eksepsi di Sidang Perdana Kasus Konser Dangdut

Baca juga: 5 Warga Patikraja Banyumas Terima Bantuan Rehab Rumah dari IPOJK, Masing-masing Terima Rp 15 Juta

Baca juga: Ganjar Sepakat dengan IDI, Tunda Libur Panjang Akhir Tahun

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 18 November 2020 Rp 1.968.000 Per 2 Gram

Kemudian, ada enam lembar data BPKB konsumen yang belum jadi, serta 161 lembar laporan penggunaan uang pengurusan surat-surat kendaraan dari LA yang juga sudah diamankan di Mapolresta Banyumas.

Atas kejadian tersebut, pelaku LA dijerat Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dalam jabatan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved