Breaking News:

Berita Grobogan

Ratusan Bunga Bangkai Tumbuh di Hutan Segoro Gunung Grobogan, Bau Bacin Menyengat saat Malam

Ratusan bunga bangkai tersebut menyebar di hutan dan mulai muncul sejak awal November atau saat awal musim penghujan.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO
Warga menunjukkan bunga bangkai dengan nama ilmiah Amorphophallus paeoniifolius yang tumbuh bermekaran di kawasan hutan Segoro Gunung, Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (17/11/2020) sore. Ratusan bunga bangkai bermunculan di hutan seluas 600 hektar tersebut di awal memasuki musim penghujan ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Ratusan bunga bangkai (Amorphophallus pae o ni i folius) tumbuh bermekaran di kawasan hutan Segoro Gunung, Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ratusan bunga bangkai tersebut menyebar di hutan seluas 600 hektar tersebut. Bunga bangkai ini diketahui mulai muncul sejak awal November atau di momen awal memasuki musim hujan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Selasa (17/11/2020) sore, aroma tak sedap langsung tercium saat menembus kawasan hutan yang 90 persen dipenuhi pohon jati tersebut.

Hutan yang 10 persen-nya ditumbuhi pohon mahoni itu tercatat berlokasi di berbatasan dengan wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Bau khas bunga bangkai tersebut, menurut penuturan warga setempat, pertama kali tercium ketika masa peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Bau busuk tumbuhan itu kian menyengat mulai sore hingga malam hari. Terkadang, bahkan baunya sampai ke pemukiman.

Baca juga: Mulai Menimbulkan Bau Menyengat, Bunga Bangkai Suweg Tumbuh di Ponolopo Mijen Kota Semarang

Baca juga: Sempat Kabur, Kades di Grobogan Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi setelah Ketahuan Berjudi

Baca juga: Kandang Ayam di Grobogan Terbakar: 40 Ribu Ayam Terpanggang, Kerugian Hingga Rp 2,5 Miliar

Baca juga: Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam setelah Banyak Warga Bikin Sumur Bor

Ukuran bungai bangkai yang tumbuh di hutan Segoro Gunung bervariasi. Saat ini, paling besar, ditemukan memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter dengan lebar 40 sentimeter.

Petugas Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih memprediksi, jumlah bungai bangkai mencapai ratusan, menjamur di berbagai sudut kawasan hutan Segoro Gunung.

"Para petani yang beraktivitas dan warga yang melintas hutan semula penasaran dengan bau bangkai. Namun, setelah dicek, ternyata bau itu keluar dari bunga bangkai. Saat memasuki malam, baunya kian menyengat," kata Tri Utomo (43), tokoh masyarakat Desa Nglinduk.

Menurut Tri, meski bunga bangkai mengeluarkan aroma bacin, tapi di sisi lain, warga di desanya justru terpukau dengan penampakan fisiknya yang unik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved