Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Korban PHK Rintis Usaha Potong Rambut di Kota Tegal, Sehari Bisa Dapat 10 Pelanggan

Hary Wijaya Santosa (27) warga Kota Tegal adalah satu karyawan yang harus mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi Covid-19.  

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Hary Wijaya Santosa, pemilik KEZ Barbershop Kota Tegal, sedang mencukur rambut pelanggan, Rabu (18/11/2020). Dia adalah mantan karyawan pabrik otomotif yang kini berbisnis barbershop atau pangkas rambut pria. 

"Saya cari ruko, beli peralatan, dan langsung buka," ungkapnya. 

Hary bersyukur, KEZ Barbershop yang didirikannya sejak 2 Oktober 2020, berjalan lancar tanpa kendala. 

Ia mengatakan, modal usaha barbershop senilai Rp 25 juta berasal dari pesangon yang didapatkan. 

Untuk mengelola usahanya, ia mengajak tiga teman seangkatan di pelatihan pangkas rambut Disnakerin Kota Tegal

"Alhamdulillah yang cukur banyak."

"Sehari rata-rata ada 10 orang."

"Tarifnya untuk sekali cukur Rp 15 ribu," ujarnya. 

Hary mengatakan, ada pengalaman menarik saat ia belajar mencukur rambut. 

Ia butuh waktu satu bulan untuk bisa menghaluskan gradasi di tiap bagian rambut.

Ia juga selalu menawarkan cukur gratis kepada anak-anak tetangga rumah untuk melatih keterampilannya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved