Penanganan Corona

Sebulan Capai 466 Kasus, Klaster Keluarga Dominasi Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal

Secara akumulasi jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal telah mencapai 944 orang. 830 sembuh, 48 menjalani perawatan, dan 66 meninggal.

Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
ILUSTRASI - Petugas Dinkes Kabupaten Tegal melakukan tes swab kepada Pasar Kupu, Kamis (5/11/2020). Dari tiga tes swab sebelumnya, ada 17 pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Dalam kurun waktu hanya sebulan tercatat ada 466 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Dari ratusan orang yang terinfeksi virus corona tersebut, 26 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Klaster keluarga mendominasi penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal."

"Disamping itu juga klaster pasar dan lembaga sosial," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Awas Hujan Disertai Angin, Warga Kota Tegal Diminta Tidak Berteduh di Bawah Pohon

Baca juga: Angka Covid-19 Meningkat Pesat di Kota Tegal, Jumadi: Sekarang Sedang Puncak-puncaknya

Baca juga: Tujuh Dokter di Kota Tegal Positif Covid-19, Lima Orang Masih Menjalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Tiga Hari Ungkap Empat Kasus, Kapolres Tegal Kota: Ada Tujuh Tersangka yang Ditangkap

Atas hal itu, Joko kembali mengingatkan, petingnya menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Joko mengungkapkan, hal itu juga tidak terlepas dari kinerja tim kesehatan dalam melacak dan melakukan pengetesan kontak erat di lapangan.

Dalam sehari, pihaknya bisa mengambil 300 spesimen swab, bahkan tertinggi sampai 500 sampel swab.

Upaya tersebut ditempuh agar penularan virus di Kabupaten Tegal tidak semakin meluas karena penyebarannya sangat mudah.

Itu seiring dengan mobilitas orang yang membawa virus.

"Secara akumulasi, jumlah kasus konfirmasi di Kabupaten Tegal adalah tertinggi ke-20 di Jawa Tengah."

"Jadi keliru jika ada anggapan jumlah kasus ini adalah yang tertinggi di Jawa Tengah," ujar Joko.

Meski demikian, Joko mengakui secara fluktuasi dalam minggu-minggu terakhir ini temuan kasus positif meningkat.

Itu lebih karena tim agresif dalam melakukan pelacakan kontak erat dan menemukan kasus.

"Kami tidak membiarkan temuan kasus di lapangan."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved