Penanganan Corona

IDI Kota Tegal: Kasus Terus Melonjak, Mungkin Masyarakat Salah Mengartikan New Normal

IDI Kota Tegal: Meski sudah ada dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19, tak menyurutkan dokter lainnya untuk terus bekerja merawat pasien.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Ketua IDI Kota Tegal, dr Said Baraba. 

"Sehingga rumah sakit bisa menampung lebih banyak pasien yang ada keluhan," imbuhnya.

Dalam pandangan IDI, kata Said, melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Tegal terjadi akibat banyak masyarakat yang salah mengartikan new normal atau adaptasi kebiasaan baru.

Salah satunya terlihat dari masih adanya kegiatan, pesta pernikahan, atau kerumunan yang mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

"Masyarakat mungkin salah mengartikan new normal. "

"New normal dianggapnya sudah normal sehingga bebas."

"Karena mengabaikan maka muncul kasus baru lagi," pungkasnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul IDI Catat 7 Dokter di Kota Tegal Positif Covid-19, 5 Masih Isolasi Mandiri

Baca juga: Teror Semut di Pageraji Banyumas, Ahli Entomologi Unsoed Purwokerto: Mungkin Habitatnya Terganggu

Baca juga: Dodi Kangen Keluarga, Mengintip Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap

Baca juga: Modus Bisa Gandakan Uang, Pedagang Sayur Ini Kelabui Warga Kranggan Temanggung, Pakai Ritual Gaib

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Tri Agus Prasetijo, Kakak Bambang Pamungkas Ini Jadi Pendidik di Banjarnegara

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved