Breaking News:

Berita Internasional

Trump Larang Investor AS Berinvestasi di 31 Perusahaan China, Termasuk Huawei dan Hikvision

Presiden Donald Trump telah menandatangani surat perintah eksekutif yang melarang perusahaan Amerika Serikat berinvestasi di perusahaan China.

Editor: rika irawati
KONTAN/Gedung Putih via REUTERS
Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, NEW YORK - Presiden Donald Trump telah menandatangani surat perintah eksekutif yang melarang perusahaan Amerika Serikat berinvestasi di perusahaan China.

Larangan tersebut berlaku untuk perusahaan China yang dianggap dimiliki serta dikontrol oleh militer China.

Dilansir dari CNN, Senin (16/11/2020), aturan itu berlaku untuk 31 perusahaan.

Di dalamnya dijelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut telah memungkinkan modernisasi pada militer China dan secara langsung mengancam keamanaan di Amerika Serikat.

Produsen smartphone Huawei dan Hikvision merupakan dua perusahaan dari daftar perusahaan yang dilarang. Beberapa perusahaan lain, seperti China Telecom dan China Mobile, bahkan terdaftar dan sahamnya dijual-belikan di Bursa Saham New York.

Baca juga: Ketegangan Amerika - China Meningkat, Trump Larang Maskapai Tiongkok Masuk AS, Mulai 16 Juni

Baca juga: ByteDance Batal Jual Tiktok, Pilih Bermitra dengan Oracle Corp untuk Luluhkan Trump

Baca juga: Mulai Besok, AS Larang Warganya Unduh Tiktok

Larangan Trump tersebut melarang investor AS untuk memiliki atau memperdagangkan berbagai bentuk sekuritas yang berasal atau berhubungan dengan perusahaan-perusahaan itu.

Hal itu termasuk dana pensiun atau memiliki saham dari perusahaan.

Investor memiliki waktu hingga November 2021 untuk divestasi dari perusahaan.

Adapun ketika dimintai tanggapan, Hikvision menyatakan keputusan pemerintahan Trump tersebut tidak berdasar.

"Seperti yang sudah kami perlihatkan, Hikvision bukanlah perusahaan militer China. Hikvision dioperasikan secara independen dan diperdagangkan secara publik," ujar perusahaan dalam keterangan tertulis.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved