Breaking News:

Berita Bisnis

Dinilai Punya Cadangan Nikel Berlimpah, Indonesia Bakal Dipilih Tesla sebagai Lokasi Pabrik Baterai

Tesla sudah hampir mencapai kata sepakat untuk membangun pabrik baterai di Indonesia.

KOMPAS.com/Aprida Mega Nanda
Sebuah mobil listrik Tesla mengisi ulang daya di SPKLU Tesla di Mall Pacific Place. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Tesla sudah hampir mencapai kata sepakat untuk membangun pabrik baterai di Indonesia. Pembicaraan para eksekutif Tesla dengan sejumlah pejabat tinggi negara kabarnya akan segera berlangsung pekan depan.

Dilansir dari laman Electrek, Tesla sedang tertarik mendirikan pabrik baterai baru di Tanah Air. Salah satu faktornya, Indonesia dianggap punya cadangan nikel yang berlimpah.

CEO Tesla Elon Musk sebelumnya sempat meminta perusahaan pertambangan untuk meningkatkan produksi nikel.

Namun, belakangan diketahui bahwa pembicaraan Tesla bukan hanya untuk menambah permintaan nikel tapi juga soal pembangunan pabrik baterai di Indonesia.

Baca juga: Seri MotoGP Valencia Malam Ini Jadi Kesempatan Joan Mir Mengunci Gelar Juara MotoGP 2020

Baca juga: Imam Besar FPI Rizieq Shihab Didenda Rp 50 Juta lantaran Dinilai Langgar Protokol Kesehatan

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Ini Hasil Pantuan BPPTKG Sepekan Terakhir

Baca juga: Bersimpuh dan Menangis, Ketua BP2MI Memastikan Majikan TKW Sugiyem di Singapura Diproses Hukum

Salah satu alasan yang memaksa Tesla harus mengerahkan energinya untuk memanfatkan cadangan nikel negara adalah larangan ekspor bijih nikel untuk mendorong industri lokal.

Presiden RI Joko Widodo juga mengatakan bakal mengirimkan delegasi ke Amerika Serikat untuk bertemu eksekutif Tesla dalam rangka membahas proyek ini.

"Pekan depan, kami akan mengirimkan tim besar ke Amerika Serikat dan Jepang untuk mempromosikan Omnibus," ucap Jokowi, dikutip dari Reuters.

"Ini sangat penting karena kita punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kita punya (cadangan) nikel terbesar," katanya.

Saat ini, Tesla tengah berupaya mendapat lebih banyak pasokan nikel untuk mendukung peningkatan produksi mobil listrik.

Baca juga: Resmikan Jalur Sepeda, Bupati Banyumas: Tidak Boleh Untuk Parkir Mobil

Baca juga: Pilih Belanda, Seorang Pemain Keturunan Tolak Tawaran PSSI Gabung Skuad Timnas U-19 Indonesia

Baca juga: Viral Video Nge-Vlog di Lawang Sewu Bayar Rp 3 Juta Per Jam, Begini Faktanya

Baca juga: Yakin Donald Trump Dicurangi di Pilpres AS, Ribuan Pendukung Gelar Demo di Washington

Pabrikan asal Amerika Serikat ini tengah membeli pasokan baterai dari Panasonic dan CATL. Kini, Tesla berupaya memiliki sendiri sel baterainya.

Selain membangun kerja sama dengan Indonesia, pada September 2020, perusahaan ini kabarnya telah melakukan pembicaraan dengan Giga Metals, perusahaan pertambangan nikel netral karbon di Kanada. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pembangunan Pabrik Baterai Tesla di Indonesia Segera Dimulai".

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved