Breaking News:

Penanganan Corona

Cerita Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kota Tegal, Sering Tak Berani Pulang ke Rumah

Tri, sapaan akrabnya mengatakan, menjadi petugas pemulasaran jenazah di masa pandemi Covid-19 harus siaga selama 24 jam di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
ILUSTRASI - Petugas pemulasaran saat mengantarkan peti jenazah di pemakaman umum di Kota Tegal, belum lama ini. 

Tri bercerita, kekhawatiran terbesar petugas pemulasaran jenazah adalah keluarga di rumah.

Mereka selalu khawatir saat akan pulang ke rumah dan bertemu keluarga. 

Hal itu dirasakan oleh semua petugas. 

Ia mengatakan, pertama kali menangani jenazah yang meninggal karena Covid-19, semua petugas tidak ada yang berani pulang ke rumah. 

Mereka semua berdiam dan istirahat di rumah sakit dengan menggelar tikar. 

Menurutnya petugas khawatir jika mereka pulang justru membawa virus. 

“Itu saat pertama kali bertugas."

"Sehari, teman-teman gelar tikar di kantor."

"Tidak ada yang pulang karena rasa takut punya keluarga."

"Lalu ada juga yang keluarganya di rumah memang keberatan suaminya pulang,” katanya. 

Melihat adanya kekhawatiran itu, Tri kemudian berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal

Pihak rumah sakit kemudian mengadakan rapid test untuk semua petugas pemulasan jenazah.

Ia bersyukur hasilnya negatif dan semua petugas tidak lagi memiliki kekhawatiran berlebih. 

Selain itu, dari ahli medis menyampaikan tidak perlu ada yang dikhawatirkan selagi tidak ada tanda klinis dan gejala Covid-19. 

“Hingga saat ini kami sepertinya sudah terbiasa."

"Yang perlu kami perhatikan agar menenangkan diri secara emosional."

"Lalu tiap selesai tugas kami mandi dan ganti baju, kemudian baru pulang ke rumah masing-masing,” ujarnya. 

Tri mengatakan, sebagai petugas yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19, ia benar-benar menerapkan secara ketat protokol kesehatan. 

Ia pun mengimbau keluarganya untuk menerapkan itu.

Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Tri juga meminta keluarganya untuk sedikit menjaga jarak. 

“Alhamdulillah keluarga saya tidak begitu khawatir."

"Karena ini sudah menjadi konsekuensi dari pekerjaan saya."

"Yang terpenting saya dan keluarga sudah menerapkan protokol kesehatan secara benar,” jelasnya. 

Tri bersyukur, pihak rumah sakit memberikan keringanan petugas pemulasaran jenazah dengan menjalin kerja sama dengan BPBD Kota Tegal

Kerja sama itu meringankan beban pekerjaan petugas. 

Petugas pemulasaran hanya mengevakuasi dan membersihkan hingga masuk ke dalam peti. 

Kemudian petugas dari BPBD Kota Tegal mengantarkan peti jenazah ke pemakaman hingga menurunkannya ke liang lahat. 

“Alhamdulillah akhir Oktober 2020 pihak rumah sakit menjalin MoU dengan BPBD Kota Tegal."

"Kami mengevakuasi sampai pemulasaran."

"Untuk petugas BPBD mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman,” katanya. 

Berharap Pengertian Masyarakat

Selama mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman, Tri kerap mengalami kesulitan dalam memahamkan masyarakat tentang standar prosedur pemakaman Covid-19. 

Ia mengatakan, di Kota Tegal tidak ada penolakan secara ekstrem. 

Beberapa masyarakat hanya menanyakan mengapa keluarganya dimakamkan dengan prosedur Covid-19. 

Untuk penolakan secara fisik tidak pernah dialami, hanya penolakan secara lisan melalui umpatan-umpatan.

Tri berharap, masyarakat bisa memahami standar pemakaman yang diterapkan untuk jenazah dengan status positif atau suspek Covid-19. 

Hal itu menjadi upaya agar semua masyarakat aman terhindar dari Covid-19.

“Mereka khawatir keluarganya tidak dilakukan secara manusiawi atau secara Islam."

"itu yang sering terjadi saat kami mengedukasi keluarga."

"Sehingga kami butuh waktu ekstra untuk memberikan pemahaman,” ungkapnya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: Dua Kelompok Ternak Dapat Bantuan Masing-Masing 20 Sapi Potong, Ini Kata Wakil Bupati Banyumas

Baca juga: Jateng On The Spot, Disporapar Ajak 15 Biro Wisata Asal Jabar, Kunjungi Banyumas dan Purbalingga

Baca juga: Jam Malam Kabupaten Banyumas Diberlakukan Lagi, Kapolresta: Mulai Pukul 20.00

Baca juga: Dua Hari Bupati Banyumas Sempat Bepergian Bersama Keduanya, Sopir dan Ajudan Positif Covid-19

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved