Breaking News:

Penanganan Corona

Cerita Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kota Tegal, Sering Tak Berani Pulang ke Rumah

Tri, sapaan akrabnya mengatakan, menjadi petugas pemulasaran jenazah di masa pandemi Covid-19 harus siaga selama 24 jam di RSUD Kardinah Kota Tegal.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
ILUSTRASI - Petugas pemulasaran saat mengantarkan peti jenazah di pemakaman umum di Kota Tegal, belum lama ini. 

Dia mengatakan, proses tersebut membutuhkan waktu satu jam. 

Setelah itu petugas masih harus mengantarkan peti jenazah ke lokasi pemakaman. 

Tri mengatakan, selama melaksanakan tugas tersebut petugas tetap harus menggunakan baju hazmat.

Baik saat mengevakuasi jenezah maupun saat di dalam ambulans mengantar jenazah.

Petugas harus memastikan baju hazmat terpakai dengan benar agar terhindar dari potensi terpapar Covid-19.  

“Kami juga tidak boleh minum saat memakai baju hazmat."

"Itu sudah menjadi standar proteksi."

"Kami menahan minum bisa sampai dua jam."

"Padahal semakin jauh perjalanan, risiko dehidrasi semakin besar,” jelas kepala petugas pemulasaran jenazah RSUD Kardinah Kota Tegal itu.

Baca juga: Mampir di Purbalingga, Tim Gowes Lanal Cilacap Bagikan Paket Sembako dan Gelar Tes Rapid ke Warga

Baca juga: Cegah Kasus Covid-19 Terulang, Ponpes El Bayan Cilacap Beri Sekat Kaca saat Santri Bertemu Orangtua

Baca juga: Santri Positif Covid-19 Sudah Sembuh, Ponpes El Bayan Cilacap: Musibah Ini Jadi Pelajaran Berharga

Baca juga: Cegah Murid Bosan, Calon Guru Penggerak di Cilacap Manfaatkan Film dan Tik Tok sebagai Media Ajar

Khawatirkan Keluarga

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved