Penanganan Corona

Cerita Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kota Tegal, Sering Tak Berani Pulang ke Rumah

Tri, sapaan akrabnya mengatakan, menjadi petugas pemulasaran jenazah di masa pandemi Covid-19 harus siaga selama 24 jam di RSUD Kardinah Kota Tegal.

RSUD KARDINAH KOTA TEGAL
ILUSTRASI - Petugas pemulasaran saat mengantarkan peti jenazah di pemakaman umum di Kota Tegal, belum lama ini. 

Tri mengatakan, sudah lebih dari 60 jenazah yang diurus selama pandemi Covid-19.

 “Sejak April 2020, kami tidak bisa ke mana-mana."

"Harus siap menerima panggilan dan ponsel on terus."

"Jam berapapun karena kami punya tenaga yang terbatas, ya semua berangkat,” kata pria yang sudah bekerja sebagai petugas pemulasaran jenazah selama delapan tahun ini.

Kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (12/112020), Tri menjelaskan, pekerjaan sebagai petugas pemulasaran jenazah di masa pandemi Covid-19 begitu kompleks.

Mulai dari mengevakuasi di ruang jenazah, membersihkan, mengafani, hingga memasukan dalam peti. 

Dia mengatakan, proses tersebut membutuhkan waktu satu jam. 

Setelah itu petugas masih harus mengantarkan peti jenazah ke lokasi pemakaman. 

Tri mengatakan, selama melaksanakan tugas tersebut petugas tetap harus menggunakan baju hazmat.

Baik saat mengevakuasi jenezah maupun saat di dalam ambulans mengantar jenazah.

Petugas harus memastikan baju hazmat terpakai dengan benar agar terhindar dari potensi terpapar Covid-19.  

“Kami juga tidak boleh minum saat memakai baju hazmat."

"Itu sudah menjadi standar proteksi."

"Kami menahan minum bisa sampai dua jam."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved