Breaking News:

Berita Tegal

Antisipasi Banjir di Kota Tegal, Pemkot Siapkan Mobil Penyedot Air Kapasitas 8.000 Liter per Menit

Dedy Yon Supriyono meminta kepada seluruh elemen baik unsur TNI, Polri untuk siap siaga menghadapi dan menanggulangi bencana banjir dan rob.

Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - BPBD Kota Tegal baru saja melakukan pemetaan wilayah rawan bencana.

Hasilnya, ada 12 kelurahan masuk dalam rawan bencana banjir dan rob seiring masuknya musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan mengungkapkan, hasil pemetaan terbaru, 9 kelurahan rawan banjir ketika curah hujan meningkat.

Tiga rawan banjir akibat air pasang atau rob yang berpotensi terjadi sepanjang akhir tahun hingga awal 2021.

Baca juga: Identitas Terungkap, Mayat Perempuan Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Sungai Klawing Purbalingga

Baca juga: Biro Perjalanan Eks Karesidenan Pekalongan Akhirnya Mulai Bisa Terima Pelanggan

Baca juga: Jam Malam Kabupaten Banyumas Diberlakukan Lagi, Kapolresta: Mulai Pukul 20.00

Baca juga: Rentan Tertular Covid-19, Ratusan Ibu Hamil Jalani Tes Usap di Temanggung

"Ada fenomena alam yang berpotensi membuat curah hujan meningkat."

"Hasil pemetaan menunjukan sembilan kelurahan berpotensi banjir dan berpotensi rob," kata Andri seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (11/11/2020).

Kesembilan kelurahan itu tujuh berada di Kecamatan Margadana.

Yakni Kelurahan Kaligangsa, Krandon, Cabawan, Margadana, Sumurpanggang Pesurungan Kidul, dan Kelurahan Kalinyamat Kulon.

Kemudian, dua kelurahan berada di Kecamatan Tegal Timur yakni Kelurahan Mintaragen dan Kelurahan Panggung.

"Kalau banjir di Kecamatan Margadana biasanya disebabkan limpasan Sungai Kemiri dan Polder Bayeman."

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved