Berita Nasional

Jika Erupsi Gunung Merapi, Kali Gendol Sleman Yogyakarta Disebut Miliki Potensi Bahaya Tertinggi

BPPTKG: potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi ada di Kali Gendol atau arah tenggara sesuai dengan bukaan kawah.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (10/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut, potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi ada di Kali Gendol atau arah tenggara sesuai dengan bukaan kawah.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada potensi ke arah barat sesuai dengan adanya deformasi.

"Untuk bahaya potensi utama karena bukaan kawah itu ada ke arah Kali Gendol."

"Ini berarti bahwa ancaman utama di Kali Gendol," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Mesin ATM Bank Jateng Digondol Kawanan Perampok di Brebes, Rekaman CCTV Tersebar di Medsos

Baca juga: Dua Hari Bupati Banyumas Sempat Bepergian Bersama Keduanya, Sopir dan Ajudan Positif Covid-19

Baca juga: Warga Mudah Tangkap Pelaku Pencurian Ponsel di Purbalingga, Kaki Residivis Ini Dibalut Perban

Baca juga: Laporan Update Kasus Covid-19 di Purbalingga, Angka Kesembuhan Pasien Meningkat Drastis

Hanik menyampaikan, deformasi Gunung Merapi juga terpantau di arah barat.

Artinya potensi bahaya juga ada di arah Barat.

"Deformasi ada ke arah Barat juga sehingga potensi ke sana juga ada," jelasnya.

Hanik mengatakan, pihaknya baru bisa mengitung kecepatan, besar maupun volume jika kubah lava sudah muncul.

Namun, berdasarkan pengamatan morfologi kawah belum terlihat adanya kubah lava baru.

"Kalau kubah lava sudah muncul di permukaan kami bisa menghitung kecepatan, besar, dan volumenya berapa."

"Itu nanti yang kami gunakan untuk menghitung seberapa jauh kalau terlontar atau terjadi satu erupsi sejauhmana," urainya.

Potensi ancaman bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer.

"Dasar kami menentukan jarak yang ke arah selatan dan barat 5 kilometer."

"Kemudian sisi utara 3 kilometer atau lengkungan KRB III itu berdasarkan potensi bahaya yang ada sekarang," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta pada 5 November 2020 meningkatkan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved