Breaking News:

Berita Banyumas

Sastrawan Banyumas Tetap Produktif di Tengah Wabah Covid-19, Terbaru Luncurkan 3 Buku Puisi

Di tengah sepinya kegiatan sastra akibat pandemi Covid-19, Komunitas Orang Pinggiran Indonesia meluncurkan tiga buku puisi.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI) meluncurkan tiga buku puisi di rumah Presiden Geguritan, Wanto Tirta, di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Sabtu (7/11/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Ditengah sepinya kegiatan sastra tingkat nasional karena pandemi Covid-19, Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI) tetap mendorong perlindungan dan pengembangan sastra dari pinggiran.

Mereka yang menamakan diri sebagai sastrawan pinggiran meluncurkan tiga buku puisi.

Tiga buku puisi itu yaitu Mubeng Beteng karya Bambang Widiatmoko, Tarian Pembawa Angin karya Tri Astoto Kodarie, dan Di Desa Berpuisi antologi tiga penyair dari KOPI.

Hadir dalam acara tersebut tiga penyair nasional Bambang Widiatmoko, Tri Astoto Kodarie, dan Badarudin Amir.

Acara sastra yang bertajuk 'Di Desa Berpuisi' tersebut diselenggarakan di rumah Presiden Geguritan, Wanto Tirta, di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Sabtu (7/11/2020) malam.

Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Pahlawan 10 November.

Baca juga: Pemkab Banyumas Batal Izinkan Bioskop Buka Lagi Mulai Pekan Ini, Berikut Alasannya

Baca juga: Alhamdulillah, 668 Pasien Covid-19 di Banyumas Sembuh

Baca juga: Banjir di Kemranjen Banyumas Surut, Tiga Dapur Umum Resmi Ditutup

Baca juga: Tebing Setinggi Lima Meter Longsor di Ajibarang Banyumas, Akses Jalan Utama Sempat Tertutup

Selain meluncurkan buku dan pembacaan puisi bersama, mereka juga berbagi pengalaman saat mengikuti Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III di Jakarta pekan lalu.

Bambang Widiatmoko mengapresiasi sejumlah kegiatan sastra yang dilaksanakan dari tingkat nasional, daerah, hingga komunitas sastra di wilayah pelosok desa.

Pasalnya, di tengah pandemi saat ini, tidak seluruh agenda sastra dapat terselenggara.

Momen-momen literasi dan sastra di tingkat komunitas dengan tatap muka langsung di masa pandemi terbilang menjadi suatu yang mewah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved