Breaking News:

Berita Tegal

Mengintip Rumah Produksi Shuttlecock di Kota Tegal, Sehari Tetap Bisa Produksi 100 Slop

Ada penurunan produksi sebanyak 50 persen, namun lebih disebabkan karena keterlambatan pengiriman bahan baku dari pihak pemasok ke Kota Tegal. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Beberapa karyawan sedang memproduksi shuttlecock atau kok di Home Industri Shuttlecock Mondi di Jalan Ambarawa, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Senin (9/11/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Home industry shuttlecock atau kok di Kota Tegal masih lancar berproduksi di masa pandemi Covid-19.

Memang ada penurunan produksi sebanyak 50 persen yang disebabkan keterlambatan pengiriman bahan baku dari pihak pemasok. 

Meski demikian, pengelola usaha shuttlecock justru membutuhkan karyawan tambahan.

Baca juga: Tahun Anggaran 2021, Tiga Sektor Ini Jadi Fokus Pemkot Tegal Pulihkan Ekonomi

Baca juga: Sidang Perdana Tersangka Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Digelar 17 November 2020

Baca juga: Hore, Jajan di PKL Alun-alun Hanggawana Slawi Tegal Kini Bisa Dibayar Pakai LinkAja

Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi

Hal itu seperti Home Industri Shuttlecock Mondi di Jalan Ambarawa RT 04 RW 08 Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal

Sang pemilik, Siswoyo (40) mengatakan, produksi shuttlecock masih berjalan di angka yang normal. 

Dalam sehari tempatnya bisa memproduksi 100 slop. 

Sementara untuk satu bulan produksi mencapai 3.000 slop shuttlecock

Namun menurut Siswoyo, angka itu turun 50 persen dibandingkan sebelum adanya pandemi Covid-19. 

Sebelum ada Covid-19, angka produksi per hari mencapai 200 slop. 

"Itu disebabkan karena susahnya mendapat bahan baku bulu dan gabus."

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved