Breaking News:

Berita Blora

Ayah di Blora Tega Cabuli Anak Tiri, Terungkap karena Korban Menangis saat Buang Air Kecil

Kasus kekerasan seksual menimpa seorang bocah di Kabupaten Blora. Parahnya, pelaku diduga adalah ayah tiri korban.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Tribun Medan
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Kasus kekerasan seksual menimpa seorang bocah di Kabupaten Blora. Parahnya, pelaku diduga adalah ayah tiri korban.

Kasus kekerasan seksual ini telah dilaporkan ke Polres Blora. Kasatreskrim Polres Blora AKP Setiyanto mengatakan, korban merupakan bocah yang saat ini berusia sekitar 6 tahun.

"Ya, saat ini kasus kekerasan seksual itu kami tangani," ujar Setiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Siswi Kelas 12 Dicabuli Pemilik Bengkel di Baturraden Banyumas, Terbongkar setelah Orangtua Cek HP

Baca juga: Siswa SD di Blora Trauma Berat Akibat Dicabuli Ayah Kandungnya Selama 2 Tahun

Baca juga: Dua Anak Kandungnya Dicabuli Sejak 2019, Terbongkar Saat Gadis Asal Purwokerto Ini Izin Mau Kuliah

Baca juga: Pemilik Ponpes di Lumbir Banyumas Ditangkap Polisi, Diduga Cabuli Bocah 11 Tahun

Dari informasi yang dihimpun, korban berinisial M. Dia merupakan warga desa di Kecamatan Tunjungan. Sementara pelakunya, ayah tiri korban, berinisial AS (35).

Perbuatan AS terbongkar karena korban menangis saat buang air kecil. Curiga dengan apa yang terjadi pada anaknya, ibu korban inisial SY pun bertanya.

Semula M tidak mau menjawab. Namun setelah dicecar pertanyaan yang sama berkali-kali, M akhirnya mau menjawab.

M mengaku sempat ditindih oleh ayah tirinya. Saat itu juga, aksi kekerasan seksual dilancarkan AS terhadap anak tirinya.

Kaget mendapat cerita dari M, SY langsung menemui AS di sawah. Di situ, AS tidak mengakui. Malah dia balik memarahi SY.

Karena tidak terima dengan apa yang dilakukan AS, SY pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke bidan desa. Setelah diperiksa, ternyata ada robekan pada organ vital M.

"Ini pelaku sudah kami tangkap beberapa hari yang lalu," ujar Setiyanto. (*)

Baca juga: Selamat Jalan Daryono, Pesepakbola Asal Semarang yang Tak Berjodoh dengan PSIS

Baca juga: Di RAPBD 2021, Pemkab Purbalingga Tetap Sediakan Dana Antisipasi Covid-19

Baca juga: Sastrawan Banyumas Tetap Produktif di Tengah Wabah Covid-19, Terbaru Luncurkan 3 Buku Puisi

Baca juga: Tinggal Dekat Gunung Merapi, 281 Ibu Hamil Menyusui dan Lansia di Tegalmulyo Klaten Mulai Dievakuasi

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved