Breaking News:

Berita Video

Video Keseharian Pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap

Dodi (39) pasien orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) Panti Pelayanan Sosial Eks Psikotik, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

"Miris ketika pasien ODGJ mentalnya sudah stabil dan berlaku normal, tapi pihak keluarga justru tidak datang sekadar menjenguk atau menjemputnya pulang."

"Bahkan sampai ada yang lepas tangan dan menyerahkan kepada kami," ungkap Kodir.

Menurutnya, hal itu disebabkan masih berkembangnya stigma negatif di masyarakat tentang orang sakit jiwa hanya akan mengganggu.

Namun kenyataan tidak demikian, Kodir bercerita jika selama setahun para pasien itu telah mendapatkan perawatan dan bimbingan.

Tujuannya agar mereka dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Orang dengan disabilitas mental eks psikotik adalah seseorang yang mempunyai kelainan mental atau tingkah laku karena pernah mengalami sakit jiwa.

Faktor penyebab utama adalah adanya kerusakan atau tidak berfungsinya salah satu atau lebih sistem syaraf pusat (SSP).

Oleh sebab itu, orang dengan disabilitas mental membutuhkan suatu pelayanan sosial dalam rangka mengembalikan fungsi sosialnya.

Seperti yang dirasakan oleh pasien ODGJ, Dodi dimana kondisi kesehatan mentalnya saat ini jauh lebih baik ketimbang saat awal masuk.

Diceritakannya jika masalah mental yang dia hadapi adalah munculnya perasaan halusinasi.

Pasien Rujukan Berbagai Daerah

Background masalah para pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap juga beragam.

Seperti mengalami putus cinta, perceraian, halusinasi, hingga ada kasus yang tega membunuh karena mendapat bisikan-bisikan.

Memang selama Pandemi Covid-19 ini petugas panti membatasi kunjungan keluarga ataupun kontak langsung dengan orang luar sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan.

Jika ada di antara pasien kangen dengan keluarganya, petugas panti akan memfasilitasi dengan telepon atau video call.

Pada dasarnya pasien rehabilitasi di Panti Sosial Eks Psikotik Jeruklegi, Cilacap adalah rujukan dari RSUD Banyumas setelah menjalani perawatan secara medis.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa, kemudian diobati secara medis.

Jika kondisinya sudah lumayan stabil baru dirujuk ke panti sosial untuk pemulihan.

Di panti, pasien gangguan jiwa menjalani perawatan selama satu tahun.

Jika sudah satu tahun kalau kondisinya stabil dan orangtua siap menerima, maka pasien ODGJ dapat kembali pulang.

Ketika sudah pulang ke rumah, nantinya petugas panti akan tetap melakukan monitoring setiap tiga bulan sekali apakah rutin meminum obatnya atau tidak.

Sembari bekerja sama pula dengan kader Posyandu supaya mengingatkan agar para ODGJ selalu meminum obatnya. 

Kebanyakan pasien ODGJ di Panti Sosial Eks Psikotik Cilacap berasal dari daerah sekitar.

Yaitu dari Kabupaten Kebumen, Purbalingga, Banyumas, dan terbanyak dari Cilacap.

Tantangan terbesar mantan ODGJ adalah kembali diterima oleh masyarakat dan meyakinkan orangtua bahwa punya keluarga dengan gangguan jiwa bukanlah aib.

"Paling penting kami dorong harus selalu minum obat agar stabil."

"Kemudian tidak boleh dikucilkan apalagi dipasung."

"Kejadian yang sering terjadi adalah keluarga kurang kontrol sehingga bisa kambuh lagi," kata Kodir.

Kodir sebagai seorang petugas panti merasa prihatin jika ada pasien ODGJ yang dia rawat tidak diterima kembali di masyarakat.

Salah satu kebahagiannya adalah dapat melihat pasien gangguan jiwa kembali normal dan tidak kambuh lagi.

"Sedihnya kalau mereka tidak diterima lagi oleh keluarga dan seharusnya mereka bisa normal kembali dan berbuat baik," pungkasnya.

Kodir berpesan agar para ODGJ sering disapa, diajak mengobrol dan berinteraksi.

Karena dengan interaksi itu mereka dianggap ada dan diperhatikan. (Permata Putra Sejati)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved