Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

DKPP Sebut Pelanggaran Pilkada Masih Terjadi Karena Rumitnya Proses, Pelaku Cari Jalan Pintas

Rumitnya proses penyelenggaraan, membuat peserta pemilu mengambil jalan pintas untuk membeli suara ataupun membeli petugas untuk melancarkan proses.

Editor: deni setiawan
Istimewa/Net.
ILUSTRASI Pilkada Serentak 2020. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Didik Supriyanto menyoroti penyebab banyak terjadinya pelanggaran dalam pemilu di Indonesia.

Menurut dia, rumitnya proses penyelenggaraan, membuat peserta pemilu mengambil jalan pintas untuk membeli suara ataupun membeli petugas untuk melancarkan prosesnya.

“Kenapa pelanggaran itu terjadi?"

"Itu karena pemilu ini rumit, banyak pemainnya, banyak aktornya, banyak kursinya, banyak dapilnya."

"Itu semua dilakukakan dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Didik seperti dilansir dari Kompas.com, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Menagih Utang Rp 1 Juta, Guru Ngaji Tewas Dibunuh Tetangganya, Korban Dimasukkan ke dalam Sumur

Baca juga: Kami Selalu Diingatkan Pasukan Jogo Santri, Penerapan Prokes di Ponpes Jamiyatut Tholibin Temanggung

Baca juga: Terima Surat PT LIB, Isinya Justru Bikin PSIS Semarang Makin Pusing Tujuh Keliling

Baca juga: Sambutan di Masjid Daais Salam, Calon Bupati Nomor Urut 1 Dilaporkan ke Bawaslu Purbalingga

“Kompleksitas itu berimplikasi ke biaya yang ditanggung oleh calon maupun partai menjadi sangat mahal."

"Maka dalam proses pelaksanaannya bisa dimengerti kalau ada namanya pelanggaran,” ujar dia.

Dalam bahasa sederhana, menurut Didik, pemilu adalah persaingan “konflik” yang dilembagakan dalam rangka merebut kekuasaan.

Karena sifatnya persaingan, maka untuk merebut kekuasaan dan memenangkan pemilu wajar terjadi sikut menyikut untuk dapat mempengaruhi suara.

Hal itulah yang kerap terjadi dan memunculkan pelanggaran.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved