Berita Jawa Tengah

Triwulan III 2020, Realisasi Investasi ke Jawa Tengah Capai Rp 37 Triliun

Target investasi hingga triwulan ketiga di Jawa Tengah yang ditetetapkan sebesar Rp 26,99 triliun terkejar, bahkan melebihi atau 139 persen.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Kepala DPMPTSP Jateng, Ratna Kawuri. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Realisasi investasi di Jawa Tengah hingga triwulan ketiga atau dari Januari hingga September 2020 mencapai Rp 37,53 triliun.

Jumlah capaian ini baik dari investasi penanaman modal asing (PMA) sebanyak Rp 14,73 triliun (2.115 proyek).

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebanyak Rp 22,79 triliun (5.786 proyek).

Baca juga: Prasetyo Aribowo Ditunjuk Jadi Plh Sekda Jateng, Begini Pertimbangan Gubernur Ganjar Memilihnya

Baca juga: Sesalkan Keputusan Gubernur Naikkan UMP 2021, Apindo Jateng: 85-90% Perusahaan Terdampak Covid-19

Baca juga: 37.605 Alat Peraga Kampanye di 21 Kabupaten/Kota di Jateng Ditertibkan

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Kepala DPMPTSP Jateng, Ratna Kawuri menuturkan, dengan realisasi ini maka investasi ke Jawa Tengah, penanaman modal asing peringkat kedelapan secara nasional.

"Sedangkan penanaman modal dalam negeri, Jawa Tengah peringkat kesembilan," kata Ratna kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, dari capaian tersebut membuat target investasi hingga triwulan ketiga yang ditetetapkan sebesar Rp 26,99 triliun terkejar, bahkan melebihi atau 139 persen.

Karena dampak pandemi, capaian itu lebih sedikit dibandingkan capaian tahun sebelumnya pada periode sama hingga triwulan ketiga.

Pada 2019 hingga triwulan ketiga tercatat angka Rp 59,50 triliun melebihi target Rp 47,42 triliun.

Peringkat Jawa Tengah masih di bawah provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Banten.

Sementara, realisasi investasi hingga triwulan ketiga 2020 tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 129.560 orang.

Lebih banyak dibandingkan 2019 pada periode sama yakni sebanyak 114.743 orang baik dari tenaga kerja dalam negeri maupun tenaga kerja asing.

"Kabupaten Batang menyerap investasi PMA paling tinggi dengan 357 ribu dolar AS."

"Diikuti Kabupaten Jepara, Kota Semarang, Brebes, Kendal, dan Pati," jelasnya.

Ratna menyebut, sektor usaha listrik, gas, dan air (energi) jadi investasi favorit PMA dengan realisasi investasi 692 ribu dolar AS paling diminati di masa pandemi Covid-19 ini.

Kemudian, diikuti sektor industri tekstil (112 ribu dolar AS), barang dari kulit dan alas kaki (66 ribu dolar AS), jasa lainnya (22 ribu dolar AS), dan sektor lainnya.

Berdasarkan negara asal, aliran modal umumnya berasal dari Jepang lalu disusul Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Tiongkok, British Virgin Island, dan sebagainya. (Mamduh Adi)

Baca juga: Ganjar Temukan Fakta Jebolnya Tanggul Sungai di Kebumen: Ternyata Ada yang Sengaja Melubangi

Baca juga: Terjaring Operasi Yustisia di Kebumen, Warga Tak Pakai Masker Disanksi Ajak 5 Orang untuk Patuhi 3M

Baca juga: Dokter Tim PSIS Semarang Perkuat Tim Medis Garuda Select Jilid 3 di Bogor

Baca juga: Truk Pengangkut Genting Tabrak Median Jalan di Bergas Kabupaten Semarang, Kepala Truk Ringsek

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved