Breaking News:

Berita Internasional

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Petugas Pemakaman di Spanyol Mogok Kerja

Eropa, saat ini, sedang bergelut dengan gelombang kedua menyusul jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat akibat virus corona.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi. Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SPANYOL - Para petugas pemakaman di Spanyol melakukan aksi mogok kerja guna menuntut penambahan staf karena jumlah kematian akibat Covid-19 terus meningkat.

Dilansir dari BBC Indonesia, serikat pekerja setempat mengatakan, penambahan tenaga kerja dibutuhkan untuk mencegah terjadinya penundaan penguburan jenazah, seperti yang terjadi pada gelombang pertama pandemi pada Maret lalu.

Eropa, saat ini, sedang bergelut dengan gelombang kedua menyusul jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat akibat virus corona.

Sejumlah negara memberlakukan langkah-langkah baru, semisal menetapkan jam malam dan karantina wilayah sebagai upaya menurunkan angka penularan.

Baca juga: Lagi, 12 Pedagang Pasar Margasari Positif Covid-19, Pasar Tidak Ditutup

Baca juga: Lurah dan 5 Staf Kelurahan Manyaran Kota Semarang Positif Covid-19, Pelayanan Diambil Alih Kecamatan

Baca juga: Kasus Covid-19 Nakes di Kabupaten Pekalongan Bertambah, Kali Ini 2 Orang dari Puskesmas Kajen 1

Baca juga: Jusuf Kalla Sebut Masa Pandemi Covid-19 Berakhir 2022 di Indonesia, Ini Hasil Analisisnya

Pada Sabtu (31/10/2020) kemarin, Austria dan Portugal menjadi negara yang paling buncit mengumumkan aturan pembatasan yang baru.

Para pekerja di rumah duka seluruh Spanyol mengambil bagian dalam mogok kerja pada Minggu (1/11/2020). Aksi mogok ini bertepatan pada Hari Semua Orang Kudus, saat keluarga berziarah ke makam para kerabat yang sudah meninggal.

Salah satu rumah duka di Madrid mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dibutuhkan 15-20 pekerja untuk menangani lonjakan kematian.

Pada Jumat (30/10/2020) lalu, menteri kesehatan mengkonfirmasi kematian 239 orang karena virus corona.

Pada Maret lalu, penguburan jenazah mengalami penundaan sekitar sepekan dan kremasi dilakukan di kota-kota yang jauhnya ratusan mil karena rumah duka berjuang memenuhi banyaknya permintaan.

Spanyol mencatat, lebih dari 1,1 juta kasus positif Covid-19 dan 35.800 jumlah kematian sejak wabah terjadi, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: UU Cipta Kerja Belum Diteken Presiden, Buruh Batal Ajukan Uji Materi ke MK

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka Mulai Hari Ini, Kuota Tak Sampai 400 Ribu Orang

Baca juga: Kebijakan Menaikkan UMP Dibalas Ancaman Pengusaha, Gubernur Ganjar: PHK Gimana? UMP Itu Upah Minimum

Baca juga: Mulai Menimbulkan Bau Menyengat, Bunga Bangkai Suweg Tumbuh di Ponolopo Mijen Kota Semarang

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved