Berita Banyumas

Catatan BPBD Banyumas: Ada 125 Kejadian Bencana Sepanjang Oktober, Didominasi Longsor dan Banjir

Mengenai penanggulangan banjir, tim BPBD Kabupaten Banyumas telah menyediakan 75 ribu karung berisi pasir untuk penanganan sementara.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Titik Puji Astuti. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Selama Oktober 2020, setidaknya ada 125 kejadian bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banyumas.

Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Titik Puji Astuti mengatakan, dari 125 kejadian bencana alam tersebut didominasi tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.

"Data pada 1-31 Oktober 2020 sudah ada 125 kejadian bencana alam."

"Bahkan sejak 25-31 Oktober 2020 itu ada 95 kejadian," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Update Banjir di Banyumas, Warga Terdampak Mulai Alami Gatal-gatal Hingga Demam

Baca juga: Status Tanggap Darurat Covid-19 Diperpanjang Lagi di Banyumas, Kali Ini Hingga Akhir November

Baca juga: Gandeng Tim Psiko Sosial, Begini Cara Pegiat KPAI Banyumas Kurangi Trauma Bencana pada Anak

Baca juga: Pelaku Sudah Empat Kali Ditangkap dalam Kasus Serupa, Kali Ini Bobol Toko Besi di Pekuncen Banyumas

Banjir besar terutama terjadi di Kecamatan Kemranjen, Sumpiuh, Kebasen, dan Tambak.

"Update saat ini pengungsi di Desa Sirau ada 86 orang dan di Desa Sidamulya 88 orang."

"Kondisinya sudah surut tapi masih ada genangan," katanya.

Titik terbesar terjadi di Desa Sirau dan Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen.

Disinggung mengenai penanggulangan banjir, Titik menjelaskan jika tim BPBD telah menyediakan 75 ribu karung berisi pasir untuk penanganan sementara.

"Masih butuh banyak, nanti dari balai besar ada tambahan 200 ribu."

"Sementara dari BPBD ada 75 ribu itu untuk penanganan kedaruratan dan perapatan."

"Kalau penanganan permanen nanti pada 2021," jelasnya.

Relawan bersama warga setempat membuat tanggul dari karung pasir saat banjir di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, belum lama ini.
Relawan bersama warga setempat membuat tanggul dari karung pasir saat banjir di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, belum lama ini. (PEMKAB BANYUMAS)

Titik menjelaskan, kejadian bencana alam sampai Oktober 2020 menjadi yang terbanyak dibanding tahun lalu.

Selama 2019 setidaknya ada 243 kejadian bencana alam.

Sementara sampai September 2020 ada 369 kejadian.

BPBD Kabupaten Banyumas mengimbau kepada masyarakat supaya mengantisipasi hujan lebat disertai petir pada 5 November 2020. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Warga Sudah Bisa Kembali Nonton Film di Gedung Bioskop, CGV Cinemas Purwokerto Dibuka Pekan Ini

Baca juga: Terdeteksi Ada Lima Titik Rawan Bencana, PT KAI Daop V Purwokerto Siagakan AMUS

Baca juga: Tol Solo-Yogya Yang Terkoneksi hingga Cilacap Diharapkan Dongkrak Ekonomi Kawasan Selatan Jateng

Baca juga: Tak Punya Cukup Uang Diduga Jadi Motif Remaja Perempuan di Cilacap Tusuk Sopir Taksi Online

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved