Breaking News:

Berita Semarang

Usai Hujan Lebat, Banjir dan Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah Wilayah di Kota Semarang

Pohon tumbang dan genangan air terjadi di seumlah titik di Kota Semarang, Sabtu (31/10/2020) malam.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Pohon di tepi Jalan Parangkesit Raya, Tlogosari, Pedurungan, Kota Semarang tumbang, Sabtu (31/10/2020) malam. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pohon tumbang dan genangan air terjadi di seumlah titik di Kota Semarang, Sabtu (31/10/2020) malam.

Kondisi ini dipicu hujan yang terjadi siang hingga malam dengan intensitas sedang hingga lebat.

Di beberapa titik, genangan air muncul karena limpasan dari saluran drainase. Bahkan, genangan air terjadi hinga tengan malam.

Beberapa di antaranya di wilayah Tlogosari, Pedurungan. Tepatnya, di persimpangan antara Jalan Arteri Soekarno-Hatta dengan Jalan Supriyadi dan Jalan Tlogosari Raya.

Selain pengguna jalan, satu di antara warga yang terdampak banjir yakni penjual makanan tenda di ujung Jalan Supriyadi, dekat Jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Baca juga: Ini Laporan Lengkap BPBD Terkait Banjir dan Dampaknya di Kebumen

Baca juga: Pengungsi Banjir di Banyumas Terus Bertambah, Warga Membutuhkan Selimut, Diapers, Juga Obat

Baca juga: Update Banjir di Banyumas: Pemkab Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan Sembako

Baca juga: Banjir di Cilacap Terus Meluas, Seribuan Warga Masih Bertahan di Tempat Pengungsian

Warungnya terendam air setinggi hampir 10 sentimeter.

"Kalau hujan, sudah biasa begini. Sejak petang sampai pukul 21.30 juga masih banjir," ujar Hin, penjual di warung makan itu.

Terpantau juga jalan tergenang air di depan Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor AMNI di Jalan Arteri Soekarno-Hatta.

Genangan rata-rata hanya setinggi sekitar 5-15 sentimeter, namun sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Di Jalan Gajahmada dan Gajah Raya, genangan air lebih cepat surut dibanding di wilayah Pedurungan.

Pohon tumbang juga diketahui terjadi di dua tempat, yakni di Jalan Pahlawan dan Jalan Parangkesit Raya.

Hujan di Kota Semarang dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa waktu mendatang.

BMKG pun telah mengeluarkan peringatan dini. "Diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir bulan Oktober-November 2020," ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto melalui Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko, Selasa (22/9/2020).

"Selama bulan September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia di mana kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Berkostum Wayang Orang Hebohkan Pengunjung Pasar Segamas Purbalingga

Baca juga: FAKTA, Bocah Berambut Gimbal Juga Ada di Batang, Tepatnya di Desa Pranten Kecamatan Bawang

Baca juga: Apindo Karanganyar Minta UMK 2021 Tidak Naik, Alasannya Kondisi Perusahaan Belum Stabil

Baca juga: Libur Panjang, Ini Hasil Pantauan Dinporapar di Tempat Wisata Kabupaten Purbalingga

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved