Breaking News:

Berita Video

Video Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law Minta Mimbar Terbuka

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Masyarakat Bergerak (Semarak) Banyumas kembali turun ke jalan pada Selasa (27/10/2020).

Massa mahasiswa penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Banyumas menginginkan adanya forum mimbar terbuka.

Meminta alasan Bupati Banyumas mengapa menerima Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Kami mengharapkan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Banyumas berkenan ada mimbar terbuka dengan kami."

"Ini untuk memberikan alasan mengapa menerima Omnibus Law," ujar Koordinator Aksi, Fakhrul Firdausi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/10/2020).

Menurutnya, demonstrasi pada Kamis (15/10/2020), Bupati hanya mengatakan setuju dengan Omnibus Law karena loyal terhadap Pemerintah Pusat.

"Waktu itu hanya menyatakan loyal, tetapi tidak memberikan argumentasi kenapa menerima dan menjelaskan isinya seperti apa," katanya.

Mahasiswa tidak dapat menemui Bupati ataupun Ketua DPRD Kabupaten Banyumas.

Hal itu mengingat Bupati sedang ada kunjungan kerja ke Jakarta.

Sementara para anggota DPRD Kabupaten Banyumas lakukan kunjungan kerja ke Cirebon Jawa Barat. 

"Yang jelas kami tetap menyatakan sikap menolak dan mosi tidak percaya pada Bupati dan DPRD Kabupaten Banyumas," tambahnya.

Aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Banyumas adalah yang keempat kali.

Menurut Fakhrul, langkah uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK), artinya mengamini DPR boleh ugal-ugalan membuat undang-undang.

Rencananya pada 5 November 2020 akan ada aksi lagi di Jakarta, bertepatan dengan 30 hari disahkannya UU Cipta Kerja. (Permata Putra Sejati)

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: Abduh Imanulhaq
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved