Breaking News:

Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, 1 Tersangka dari Kejagung

Polri menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Kebakaran yang berawal sejak Sabtu (22/8) malam itu masih dalam penanganan pihak pemadam kebakaran hingga Minggu pukul 06.00 WIB. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Polri menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Menurut polisi, kebakaran gedung tersebut terjadi karena kelalaian kedelapan orang tersebut.

"Kami tadi menetapkan 8 tersangka dalam kasus kebakaran ini karena kealpaannya," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2020).

Lima orang tersangka merupakan tukang yang melakukan kegiatan renovasi di aula biro kepegawaian di lantai 6 gedung tersebut. Kelimanya berinisial T, H, S, K, dan IS.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo menuturkan, para tukang tersebut merokok sehingga menyebabkan kebakaran.

"Mereka merokok di ruangan tempat bekerja di mana pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tinner, lem aibon, dan beberapa bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya," ucap Ferdy.

Baca juga: Gedung Kejaksaan Agung Terbakar, Mahfud MD: Tahanan dan Berkas Perkara Aman

Baca juga: Bukan Korsleting, Kebakaran Gedung Kejagung Diduga dari Api di Ruang Rapat Biro Kepegawaian

Baca juga: Dalami Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung, Penyidik Periksa Cleaning Service Pakai Lie Detector

Baca juga: Soal Pemicu Kebakaran, Kejagung Minta Masyarakat Tak Berspekulasi

Selain itu, mandor para tukang tersebut yang berinisial UAM juga menjadi tersangka. Ferdy mengatakan, mandor tersebut seharusnya mengawasi para tukang tersebut bekerja.

Kemudian, dua tersangka lainnya yakni, Direktur Utama PT APM berinisial R dan PPK dari Kejagung dengan inisial NH.

Hal itu terkait pengadaan pembersih merek TOP Cleaner yang digunakan di gedung tersebut.

Ferdy menjelaskan, pembersih tersebut mengandung zat yang mempercepat penjalaran api.

Penyidik juga menemukan bahwa pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

"Yang mempercepat atau akselerator terjadinya penjalaran api di Gedung Kejaksaan adalah adanya penggunaannya minyak lobi atau pembersih lantai bermerek TOP Cleaner," kata Ferdy.

Para tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Baca juga: KPU Purbalingga Turun ke Kebun Sosialisasikan Paslon dan Tata Cara Pencoblosan Pilkada ke Petani

Baca juga: Lansia Punya Komorbid di Banyumas Diberi Gelang Warna Pink, Tanda Dilindungi dari Covid-19

Baca juga: 9 Warga Karanganyar Meninggal Akibat Leptospiroris, Ini Gejala dan Pemicu yang Harus Diwaspadai

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Banyumas Dibuka Lagi: Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat dan Masker

Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2020 pukul 18.15 WIB itu akhirnya dapat dipadamkan keesokan harinya, 23 Agustus 2020 pukul 06.15 WIB.

Akibat kejadian itu, semua ruangan di Gedung Utama Kejagung habis terbakar. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama Kejagung". 

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved