Berita Kebumen

Pakai Mesin Pompa Air, Petani Kebumen Kini Bisa Menghemat Rp 20 Ribu Gunakan BBG

Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto mengatakan, program konversi pertanian menggunakan gas sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB KEBUMEN
Penyerahan paket bantuan berupa pompa air, selang, elpiji 3 kilogram, regulator, dan perangkat konverter lainnya secara simbolis digelar di Gudang Cadangan Pangan Pemkab Kebumen, Jumat (23/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) membagikan 400 paket perdana program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk mesin pompa air kepada petani di Kabupaten Kebumen.

Penyerahan paket bantuan berupa pompa air, selang, elpiji 3 kilogram, regulator, dan perangkat konverter lainnya secara simbolis digelar di Gudang Cadangan Pangan Pemkab Kebumen, Jumat (23/10/2020).

Bantuan ini untuk mendukung produktivitas petani dengan menekan biaya bahan bakar serta memberikan energi yang bersih.

Baca juga: Jaminkan Sawah Orang Lain, Warga Karanganyar Kebumen Ini Yakinkan Korbannya Beri Uang Rp 20 Juta

Baca juga: Lahan Warga di Pesisir Urut Sewu Kebumen Kini Resmi Bersertifikat, Sebagian Sudah Diserahkan

Baca juga: Kasus Pencurian Motor di Kebumen, Pelaku Ditangkap Seusai Posting Motor yang Hendak Dijual

Baca juga: Bawa Motor Tetangga Sepulang dari Mancing, Warga Puring Kebumen Ini Diciduk Polisi

"Ini adalah komitmen pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk membantu para petani," kata Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (23/10/2020).

Dia berharap, bantuan ini akan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dia pun meminta agar para petani merawat dan menggunakan bantuan ini secara baik.

Sehingga, bantuan yang diberikan bisa dirasakan manfaatnya, terlebih untuk peningkatan perekonomian.

Anggota Komisi VII DPR RI, Rofik Hananto mengatakan, program konversi pertanian menggunakan gas sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019.

Yakni tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kilogram untuk
Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

Program ini dinilainya membantu petani karena mereka bisa menghemat modal.

"Kalau BBM petani bisa keluar Rp 40 ribu sehari, BBG hanya sekira Rp 20 ribu," ujar Rofik.

Dengan pemanfaatan bahan bakar gas, petani bisa menghemat pengeluaran operasional hingga 30 hingga 50 persen.

Perawatan mesin dengan elpiji juga cenderung lebih mudah ketimbang mesin dengan BBM.

Tak hanya itu, kadar emisi gas buang juga lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved