Breaking News:

Berita Banyumas

Gunakan Teknik Ecoprint, Ibu-ibu di Banyumas Ini Belajar Mewarna Kain dan Membuat Motif dari Daun

Puluhan ibu-ibu di Banyumas antusias mengikuti pelatihan membuat kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Peserta pelatihan menata daun yang digunakan dalam membuat kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Puluhan ibu-ibu di Banyumas antusias mengikuti pelatihan membuat kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020).

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Koperasi Berkah Rindang Kinasih (BRK) yang bergerak di bidang jasa perdagangan dan pemberdayaan UMKM.

Ecoprint merupakan teknik mencetak motif dan pewarnaan pada media kain, kertas, kulit dan lainya, lewat cara memanfaatkan getah dedaunan atau bunga untuk menghasilkan warna alam.

"Kegiatan ini untuk melatih ibu-ibu agar bisa mengembangkan bakat dan minat, khususnya di bidang kerajinan ecoprint. Ada 40 peserta yang ikut, 25 dari anggota koperasi dan 15 dari warga umum," ujar Ketua Koperasi BRK Ambarsari dalam kegiatan, Rabu (21/10/2020).

Peserta pelatihan membersihkan kain dalam proses membuat kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020).
Peserta pelatihan membersihkan kain dalam proses membuat kerajinan ecoprint di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020). (TRIBUNBANYUMAS/Ist)

Ambar mengatakan, dua di antara peserta pelatihan tersebut merupakan warga difabel.

Selain pelaku usaha dan warga umum, koperasi ini juga memberikan pelatihan skill dan mendorong difabel agar bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dari sisi ekonomi.

Selama ini, mereka juga mengadakan pelatihan rutin, misalnya membatik, masakan, dan juga membuat berbagai kerajinan tangan.

"Khusus pelatihan ecoprint, kami pilih karena saat ini kerajinan tersebut sedang naik daun. Mencari bahan bakunya juga mudah, prosesnya tidak lama, harganya juga lumayan tinggi, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis kain dan motifnya," jelasnya.

Sementara itu, pengajar ecoprint, Sugiarti mengatakan, pelatihan yang diberikan yakni basic ecoprint.

Baca juga: Hujan Deras di Cirahab Banyumas Picu Longsor di 4 Titik

Baca juga: Ingin Gelar Hajatan dan Resepsi Pernikahan di Banyumas? Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Baca juga: Uji Coba Kelas Tatap Muka di Banyumas, Bupati: Jangan Sampai Ada Sekolah Lain Buka Tanpa Izin

Baca juga: Survei KHL, Buruh Kota Semarang Minta UMK 2021 Naik 25 Persen

Teknik ini berupa pengenalan bahan baku sampai proses pembuatan namun belum menggunakan teknik pewarnaan.

"Teknik ini masih dasar bagi pemula karena banyak teknik pembuatan ecoprint yang butuh belajar dan pengalaman lebih banyak lagi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sugiarti mengedukasi peserta bagaimana memilih daun yang cocok dan bagus untuk menghasilkan corak serta motif ecoprint yang menarik dan unik, karena tiap daun punya karakter yang berbeda-beda.

Peserta pelatihan menunjukkan ecoprint hasil pelatihan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020).
Peserta pelatihan menunjukkan ecoprint hasil pelatihan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas, Rabu (21/10/2020). (TRIBUNBANYUMAS/Istimewa)

Setelah diberi teori oleh pengajar, para peserta langsung praktik membuat ecoprint, mulai dari pemilihan daun, pencucian kain, perebusan kain yang sudah ditempeli daun, sampai proses finishing.

Daun yang dipakai adalah daun yang memiliki karakter warna bagus, semisal daun jati, daun jarak kepyar, daun ketepeng, daun lanang, juga dauh kesumba.

Tanaman di sekitar pekarangan juga bisa dijadikan bahan baku namun harus dipelajari dulu bagaimana corak warna yang dihasilkan daun tersebut. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved